Demo Mahasiswa Tanjungpinang-Bintan Nyatakan Mosi Tak Percaya ke DPRD Kepri dan Presiden

Aksi unjuk rasa mahasiswa menolak Omnibus Law di DPRD Kepri (Suryakepri.com/Muhammad Bunga Ashab)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

TANJUNGPINANG, SURYAKEPRI.COM – Ratusan mahasiswa di Tanjungpinang-Bintan kembali menggelar aksi unjuk rasa di kantor DPRD Kepri, Selasa (13/10/2020). Mereka tetap menolak pengesahan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja pada 5 Oktober 2020 lalu.

Selama unjuk rasa berlangsung berjalan dengan aman dan tertib. Namun, mahasiswa kesal terhadap dewan karena tidak mau menerima aspirasi rakyat. Atas itu pula, mahasiswa menyatakan mosi tidak percaya kepada DPRD Kepri dan Presiden Republik Indonesia.

Selain itu, dalam aksi unjuk rasa ini mahasiswa menolak atas pengesahan Omnibus Law. Mahasiswa mendesak DPRD Kepri agar meminta presiden mengeluarkan peraturan perundang-undangan membatalkan Omnibus Law. DPRD Kepri juga diminta deklarasi terbuka menolak Omnibus Law dan mengecam aksi aparat yang refresif terhadap mahasiswa sata melaksanakan unjuk rasa.

“Kita mundur (bubar) karena kita tak mau rusuh di sini. DPRD Kepri tidak mau datang karena tidak siap menghadapi kita,” ujar Rindi Afriadi selaku Presiden Mahasiswa Kampus UMRAH Tanjungpinang di DPRD Kepri.

.Baca: Ambil Berkas Persyaratan Calon KONI Batam Pertama, Sukriadi Siap Maju Ketua KONI Batam Periode 2020-2024

.Baca: Sudah Resmi Diberhentikan, KPU Batam Sebut Tidak Ada Proses Lanjutan Terhadap Oknum PPS Pendukung Paslon Pilkada Batam

.Baca: Debat Calon Bupati-Wabup Karimun 25 Oktober Diperkirakan Berjalan Seru, Kedua Paslon Akan Saling Lempar Pertanyaan

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.