Ekonomi Karimun Tahun 2019 Hanya Tumbuh 4,89 Persen, Terendah Sejak Tahun 2014

Penulis: Rachta Yahya / Editor: Eddy Mesakh

Pjs Bupati Karimun Heri Andrianto foto bersama usai upacara peringatan HUT Kabupaten Karimun ke-21 di halaman kantor Bupati Karimun, Senin (12/10/2020). (Foto Suryakepri.com/Rachta Yahya)
Pjs Bupati Karimun Heri Andrianto foto bersama usai upacara peringatan HUT Kabupaten Karimun ke-21 di halaman kantor Bupati Karimun, Senin (12/10/2020). (Foto Suryakepri.com/Rachta Yahya)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

KARIMUN, SURYAKEPRI.COM – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) terus menunjukkan tren perlambatan. Tahun 2019 hanya tumbuh sebesar 4,89 persen, terendah dalam kurun 5 tahun terakhir.

“Pertumbuhan ekonomi Karimun tahun 2019 sebesar 4,89 persen,” ujar Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Karimun Heri Andrianto saat peringatan HUT Kabupaten Karimun ke-21, Senin (12/10/2020).

Ekonomi Kabupaten Karimun sejak 5 tahun lalu atau sejak tahun 2014 terus mengalami perlambatan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karimun, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Karimun sempat meroket pada tahun 2014 mencapai 7,2 persen.

BACA JUGA:

Namun 4 tahun berikutnya pertumbuhan ekonomi Kabupaten Karimun terus mengalami perlambatan.

Mimpi buruk pertumbuhan ekonomi Kabupaten Karimun dimulai dari tahun 2015, saat mulai melambat menjadi 6,72 persen.

Kemudian disusul tahun 2016 melambat 6,17 persen dan tahun 2017 terus melambat sebesar 1 persen pada angka 5,42 persen hingga pada tahun 2019 anjlok pada angka 4,89 persen.

Kondisi Kabupaten Karimun menurut Pjs Bupati Karimun Heri Andrianto kaya akan Sumber Daya Alam (SDA), mulai dari sektor perikanan, pertanian, sebagai komoditas unggulan dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi di samping sektor lain seperti perdagangan, konstruksi dan industri.

Selama 21 tahun menjadi kabupaten, Heri menyebut berbagai capaian telah dirasakan, mulai dari infrastruktur sampai pada capaian investasi senilai Rp 22,5 triliun.

Nilai investasi total sebesar Rp 22,5 triliun itu dikatakan Pjs Bupati Karimun tersebut terdiri dari nilai investasi dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 14,4 triliun, sedangkan investasi dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 8,1 triliun.

“Sehingga total secara keseluruhan mencapai angka Rp 22,5 triliun hingga tahun 2019,” kata Heri.

Besaran nilai investasi itu lanjut putra almarhum Gubernur Kepri HM Sani itu tersebar 111 investasi berada di luar kawasan Free Trade Zone (FTZ) Karimun, sementara sebanyak 197 investasi lainnya berada di dalam kawasan FTZ Karimun.

Listrik Menyala 16 Jam Sehari 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.