Di Pelalawan ASN Tak Netral Politisasi Pembagian Beras Jadi Tersangka

ilustrasi, ASN jadi tersangka tindak pidana Pilkada.(ist)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

PELALAWAN, SURYAKEPRI.COM – Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Pelalawan Riau menetapkan tiga orang tersangka kasus dugaan pidana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pelalawan tahun 2020.

Saat ini penyidik Satreskrim Polres Pelalawan meningkatkan status perkara dugaan pidana Pilkada tersebut ke tahap penyidikan, setelah laporan kasus pelanggaran Pilkada ini diterima Satreskrim sejak tanggal 10 Oktober lalu.

Laporan itu semula dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), melalui sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakhumdu) yang beranggotakan Bawaslu, Polres Pelalawan, dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan.

Baca:Perekrutan Anggota KPPS Kota Batam Diperpanjang 5 Hari Kedepan, KPU Batam: Masyarakat Terkendala Umur

Baca:Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada 2020 Kota Batam sebanyak 587.527 pemilih, KPU Batam: Semua Sudah Clear, dan Diplenokan

Baca:Jelang Pilkada Serentak, TNI-Polri Tingkatkan Patroli Gabungan di Tanjungpinang

“setelah dilakukan penyelidikan lima hari ditangan penyidik Satreskrim Polres, kita telah menetapkan tersangka sebanyak tiga orang dalam kasus ini,” ungkap Kapolres AKBP Indra Wijatmiko SIk melalui Kasat Reskrim Polres Pelalawan, AKP Aryo Damar SH SIK, Kamis (15/10/2020) di Pangkalan Kerinci.

Tersangka diproses dalam dua berkas perkara. Salah satu kasus yang ditangani yakni perihal video viral tentang pembagian beras Program Keluarga Harapan (PKH), dimana dalam pembagian itu ada tas nama Calon Bupati (Cabup).

Video dan alat bukti itu beredar di masyarakat beberapa waktu lalu.

“Saat ini statusnya sudah penyidikan, tersangka juga sudah ditetapkan ada 3 orang. setelah itu disusul Surat Pemberitahuan Dimulai Penyidikan (SPDP) juga sudah kita kirimkan ke Kejaksaan,”ujar kasat.

Lama penyidikan di Polres Pelalawan berlangsung selama 14 hari kerja sesuai aturan.

Setelah itu perkara ini harus dilimpahkan ke Kejari Pelalawan untuk dilanjutkan proses hukumnya.

Seluruh berkas temuan dari Gakhumdu diubah menjadi Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Seluruh saksi yang awalnya hanya diklarifikasi kembali diperiksa dalam Kelengkapan berkas perkara.

Adapun ketiga tersangka dijerat dalam dua berkas. Yang pertama pasal 188 junto 71 ayat 1 Undang-undang Pilkada ada dua tersangka.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.