Menuju Test Swab Massal dan Gratis di NTT: dari Kupang untuk Indonesia

Oleh: Dominggus Elcid Li / Editor: Eddy Mesakh

DR Dominggus Elcid Li. (Foto: Suryaflobamora.com)
DR Dominggus Elcid Li. (Foto: Suryaflobamora.com)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Catatan Membangun Laboratorium Biomolekuler dalam Gerak Kerakyatan Mei-Oktober 2020 di NTT 

SURYAKEPRI.COM – Konon jika sudah sering berjalan, duri-duri tidak lagi menjadi duri, tetapi duri telah berubah menjadi bunga mawar. Ini kata seorang teman mengutip Si Kecil Theresia, ketika kami bertukar pesan di media sosial.

Telapak yang menginjak duri tak lagi terasa sakit. Hanya seuntai senyum tanda pengertian. Jalanan yang dulu tiada, kini terbuka, dan mulai ramai dilalui.

Bahkan pertemuan yang tak disangka menjadi mungkin. Ide berkembang, bertumbuh, dan yang terlibat berlipat ganda.

Kegembiraan itu datang dari pertemuan, kerjasama, dan semangat untuk belajar. Tangan yang terbuka, bersedia memberi jauh lebih dibutuhkan daripada tangan yang mengambil.

BACA JUGA:

Tulisan ini merupakan catatan refleksi perjalanan membangun laboratorium biomolekuler untuk tes massal atau pool test Covid-19.

Laboratorium ini adalah laboratorium pertama di Indonesia yang khusus melakukan riset inovasi terkait tes massal. Laboratorium datang dari Kupang, Nusa Tenggara Timur untuk Indonesia.

Krisis tidak hanya melahirkan penderitaan tetapi melahirkan inovasi. Gambaran ini muncul pada Fainmarinat S.Inabuy PhD, doktor biomolekuler pertama asal NTT lulusan Washington State University.

Ia datang dengan ide tes massal. Proses inkubasi idenya seiring dengan rekan lain di Bandung, Hafidz. Tak heran mereka kerap berkomunikasi bersama dengan Dahlan Iskan, wartawan senior itu.

Pada tanggal 1 Mei 2020 Fainmarinat S.Inabuy PhD dari Forum Academia NTT pertama kali mempresentasikan idenya tentang pembuatan laboratorium biomolekuler untuk test massal di depan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT. Ia menjelaskan dengan gamblang tentang metode pooled test.

Ide itu diam cukup lama, tidak mendapatkan sapaan balik dari pemerintah. Meskipun demikian Fima tetap punya keyakinan. Ia mulai merekrut, dan melakukan pelatihan untuk para laboran di awal Bulan Juni.

Dukungan pertama datang dari Politeknik Pertanian Negeri Kupang. Mereka menyiapkan ruangan, alat, dan reagen.

Tak hanya itu, acara pembukaan dan penutup pun mereka persiapkan. Mereka masih sempat memberikan tenun tanda persaudaraan untuk semua peserta.

Hindari Makan Siang, Desain Pelatihan Setengah Hari 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.