Musorkot V KONI Batam: Kandidat Harus Tanggung 1/3 Biaya, Pengurus Buka Soal Keuangan KONI

Suasana Musorkot Koni Kota Batam yang penuh liku.(suryakepri.com/romi)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Musyawarah Orgnisasi Kota (Musorkot) KONI Batam 2020, mendapat sorotan cabang olahraga dan calon Ketua KONI periode 2020-2024.

Pasalnya, dalam salah satu persyaratan menjadi calon ketua KONI Batam membayar kontribusi biaya penyelenggara menimal 1/3 dari total biaya penyelenggara sebesar Rp30 juta.

Wakil Sekretaris KONI Kepri, Amri mengatakan bahwa dalam berkas persyaratan bakal calon ketua disebutkan calon kandidat harus menyetor sebesar Rp 30 juta, atau 1/3 biaya pelaksanaan Musorkot.

Baca:Kopi Dapat Membantu Pasien Kanker Usus Besar, Berikut Studi Tim Ahli

Baca:Di Dunia Akademik, Pekerjaan Mulia Ini Konsisten Dijalankan oleh HM Soerya Respationo

Baca:Ramalan Shio Hari Ini Sabtu 17 Oktober 2020, Shio Naga Dapat Diandalkan

“Ini dasarnya apa? Sedangkan di dalam AD/ART tidak ada persyaratan seperti itu,” kata Amri, Sabtu (17/10/2020).

Amri menjelaskan, pada Anggaran Rumah Tangga (ART) KONI pada bagian kesepuluh Pasal 27, tentang kriteria Ketua Umum dan Pengurus KONI menyebutkan bahwa calon ketua mempunyai kemmpuan manajerial, pengabdian, dan waktu yang cukup untuk mengelola organisasi keolahragaan.

“Ada enam kriteria Ketua Umum KONI dalam ART KONI, dan tidak ada dasar terkait iuran Rp30 Juta itu,” ujarnya.

Ketua Steering Committee (SC) Musorkot V KONI Batam, Ruslan Ali Washim membenarkan adanya iuran tersebut, karena KONI Batam tidak ada anggaran.

“KONI Batam tidak ada anggaran, makanya ada iuran tersebut. Selain itu, iuran itu sudah melalui rapat anggota,” kata Ruslan.

Namun, dari 6 bulan belakangan, KONI Batam tidak ada melakukan rapat anggota membahas iuran tersebut.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.