Polisi Prancis Tembak Mati Pria yang Bunuh Guru di Pinggiran Paris

Editor: Eddy Mesakh

Polisi mengamankan area dekat lokasi serangan penikaman di pinggiran Kota Paris, Conflans St Honorine, Prancis, Jumat (16/10/2020). (Foto: Reuters/Charles Platiau)
Polisi mengamankan area dekat lokasi serangan penikaman di pinggiran Kota Paris, Conflans St Honorine, Prancis, Jumat (16/10/2020). (Foto: Reuters/Charles Platiau)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

PARIS, SURYAKEPRI.COM – Polisi Prancis menembak mati seorang pria yang beberapa menit sebelumnya telah membunuh seorang guru sekolah menengah dengan menggorok lehernya di jalan di pinggiran kota Paris.

Demikian dikatakan polisi pada Jumat (16/10/2020) seperti dikutip dari Reuters.

Menurut sumber polisi, sebelumnya guru tersebut telah menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya di kelas, yang dianggap oleh umat Islam sebagai penghujatan.

Jaksa anti-teror Prancis mengatakan sedang menyelidiki serangan itu, yang terjadi di Conflans Sainte-Honorine, pinggiran barat laut Paris.

BACA JUGA:

Tersangka penyerang ditemukan oleh patroli polisi sambil membawa pisau, tak jauh dari lokasi penyerangan. Polisi menembak mati tersangka, kata juru bicara polisi.

Sumber polisi mengatakan bahwa saksi telah mendengar penyerang berteriak “Allahu Akbar”, atau “Tuhan Yang Maha Besar”. Juru bicara polisi mengatakan bahwa kepolisian sedang mendalami informasi ini.

Sumber polisi lain juga mengatakan bahwa korban telah dipenggal dalam serangan itu, tetapi belum dikonfirmasi.

Sebuah postingan Twitter yang diposting pada 9 Oktober berisi tuduhan bahwa seorang guru sejarah di Conflans Sainte-Honorine telah menunjukkan kartun Nabi kepada murid-muridnya.

Postingan itu berisi video seorang pria yang mengatakan putrinya, seorang Muslim, adalah salah satu murid di kelas, dan bahwa dia terkejut dengan tindakan guru tersebut. Reuters tidak dapat memverifikasi keaslian video tersebut secara independen.

Menteri Dalam Negeri Prancis Gerard Darmanin mengatakan dia telah mendirikan pusat krisis untuk menangani serangan pada hari Jumat, dan terus memberi tahu Presiden Emmanuel Macron.

Prancis selama beberapa tahun terakhir mengalami serangkaian serangan kekerasan yang dilakukan oleh kelompok militan.

Akhir bulan lalu, seorang pria imigran dari Pakistan menggunakan pisau daging untuk menyerang dan melukai dua orang di luar bekas kantor majalah satir Charlie Hebdo.

Itu adalah tempat di mana para militan menembak mati karyawan majalah itu lima tahun lalu sebagai balasan atas penerbitan majalah kartun Nabi Muhammad.(*)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.