1.759 Akun Medsos Sebar Hoaks Corona Diblokir

Menteri Kominfo Johnny Gerard Plate bersama Sekjen Kementerian Kominfo Rosarita Niken Widiastuti saat serah terima jabatan di Aula Anantakupa, Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Rabu (23/10/2019). (Sumber: Kominfo)
Menteri Kominfo Johnny Gerard Plate. (Sumber: Kominfo)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny Gerard Plate mengatakan pihaknya telah memblokir 1.759 akun penyebar kabar bohong (hoaks) terkait virus corona (Covid-19) di berbagai platform media sosial.

Rinciannya 1.300 akun Facebook, 15 akun Instagram, 424 akun Twitter, dan 20 akun Youtube.

“Yang sudah di take down atau blokir sebanyak 1.759,” kata Johnny dalam acara konferensi pers rilis survei Indikator Politik Indonesia, Minggu (18/10).

baca: RAMALAN ZODIAK CINTA LUSA, Selasa 20 Oktober 2020, Aquarius Pahami Motivasi Pasanganmu

Johnny menyebut terdapat 2.020 sebaran hoaks di empat platform media sosial. Sebanyak 1.497 diantaranya terdapat di Facebook, 482 di Twitter, 20 di Instagram dan sebanyak 21 di Youtube.

Sekjen Partai Nasdem itu menyebut saat ini pihaknya tengah memproses 261 akun yang diduga menyebar isu hoaks di media sosial. Ia mengaku sudah berdiskusi dengan para petinggi platform media sosial tersebut.

“Saya sudah hubungi. Yang di AS terakhir saya bicara dengan Susan Wojcicki, CEO YouTube yang berikan komitmen kuat untuk bersama-sama mengatasi (hoaks) Covid-19 di ruang digital,” ujarnya.

Selain itu, Johnny menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk terus melakukan patroli siber dalam menangkal hoaks di media sosial. Ia berjanji akan menindak tegas pelaku penyebaran hoaks.

Menurutnya, sudah ada 104 orang yang menjadi tersangka akibat memproduksi dan menyebarluaskan kabar bohong di media sosial. Sebanyak 17 di antaranya sudah ditahan oleh pihak kepolisian.

“Ada yang sudah melaksanakan, yang sudah bisa dikategorikan tindak pidana, dan itu langkah-langkah penegakan hukum yang dilakukan Polri,” ujarnya.

baca: Cantiknya Nikita WIlly Saat di Pelaminan

Sebelumnya Johnny menyatakan informasi yang disiarkan pemerintah terkait hoaks Omnibus Law Cipta Kerja tak perlu dibantah lagi. Johnny menyatakan, hal tersebut lantaran pemerintah juga ikut dalam pembahasan UU Cipta Kerja di DPR.

“Kalau pemerintah sudah bilang versi pemerintah itu (informasi) hoaks, ya dia hoaks. Kenapa membantah lagi?” kata Johnny dalam tayangan Mata Najwa yang disiarkan di Trans7, Rabu (14/10).(*)

Sumber: CNNIndonesia.com

 

 

  

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.