Dua Oknum Satpol PP Batam dan Pekerja Kontrak Dinsos Ditetapkan Jadi Tersangka Pemerasan Pengemis

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhardt
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhardt
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Ditreskrimum Polda Kepri menetapkan tiga oknum pemeras pengemis di lampu merah Universitas Internasional Batam (UIB) sebagai tersangka.

Tiga oknum tersebut Berinisial SU yang merupakan PNS di Sat Pol PP, Inisial AA pekerja Kontrak di Dinas Sosial Kota Batam, dan Inisial RM Honorer di Sat Pol PP.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhardt mengatakan, diawal pemeriksaan tim telah mengamankan empat orang dengan Inisial SU, JP, MR dan KS, kemudian penyidikan terus berkembang dan Tim kembali melakukan pemeriksaan terhadap Inisial AA dan RM.

“Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap ke-enam orang tersebut, maka didapat tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka yaitu Inisial SU, AA dan RM sedangkan Insial JP, MR dan KS ditetapkan sebagai saksi dalam perkara ini,” kata Goldenhardt, Jumat (23/10/2020).

,BACA : Sempat Jalani Isolasi Mandiri di Rumah, 8 Pasien Covid-19 Karimun Akhirnya Dirujuk ke RSKI Galang Batam

.BACA : Baru Menjabat Pjs Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum Langsung Minta Penanganan Covid Kluster Industri Dipercepat

.BACA : RAMALAN ZODIAK CINTA BESOK, Sabtu 24 Oktober 2020, Scorpio Jangan Murung, Biasa Saja

Goldenhardt menjelaskan, ditetapkannya SU, AA dan RM sebagai tersangka, dikarenakan peran AA dan RM secara bergantian sebagai Supir mobil Dinas Sosial Kota Batam, sedangkan SU bertugas mengambil uang dari para pengemis.

“Tindak Pidana ini telah dilakukan semenjak Juli 2020 sampai dengan terungkapnya kasus ini pada Oktober 2020, dan uang yang diambil dari para pengemis tersebut bervariasi berkisar Rp. 50.000 sampai dengan 400.000,” ujarnya.

Lanjut Goldenhardt, atas perbuatannya, para tersangka diancam dengan Pasal 145 Jo Pasal 143 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas.

“Menghalang-halangi dan atau melarang penyandang disabilitas untuk mendapatkan haknya. dengan Ancaman 2 tahun Penjara. Dan Pasal 368 Kuhpidana dengan ancaman 9 tahun penjara,” ungkap Goldenhardt.(*)

Penulis: Romi Kurniawan

Editor : Sudianto Pane

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.