Satu Tahun Jokowi-Ma’ruf: Kemenkeu Gelontorkan Rp1.131,3 Triliun untuk Pemulihan Ekonomi dan Penanganan Covid-19

Penulis: Eddy Mesakh

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Kemenkeu)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Kemenkeu)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

JAKARTA, SURYAKEPRI.COM – Satu tahun pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin, Kementerian Keuangan telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp1.131,3 triliun untuk pemulihan ekonomi dan penanganan wabah Covid-19.

Dikutip dari situs Kementerian Keuangan, Jumat (23/10/2020), gelontoran anggaran ribuan triliun itu dilakukan melalui tiga program stimulus sejak Februari 2020.

Kemenkeu tetap responsif menghadapi perkembangan ekonomi domestik maupun global dengan beragam kebijakan fiskal, di antaranya refocusing dan realokasi anggaran, serta pemberian stimulus ekonomi.

Beberapa kebijakan yang dikeluarkan oleh Kemenkeu di bidang fiskal merupakan upaya pemerintah untuk terus melindungi masyarakat dan dunia usaha di tengah tekanan akibat pandemi.

BACA JUGA: 

Refocusing dan realokasi pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 di Kementerian/Lembaga (K/L) dan Pemerintah Daerah (Pemda) dilakukan agar APBN/APBD dapat fokus terhadap upaya pencegahan dan penanganan Covid-19.

Sebesar Rp190 triliun anggaran belanja yang dihemat dan Rp55 triliun anggaran direalokasi.

Pada stimulus I (Februari 2020), anggaran sebesar Rp8,5 triliun ditujukan untuk penguatan ekonomi domestik melalui akselerasi belanja negara dan mendorong kebijakan belanja padat karya, serta stimulus fiskal sektoral bagi industri terdampak.

Pada stimulus II (Maret 2020), anggaran sebesar Rp22,5 triliun difokuskan untuk mendukung daya beli masyarakat dan mendorong kemudahan ekspor-impor melalui stimulus fiskal dan non-fiskal, serta kebijakan sektor keuangan.

Selanjutnya, pada stimulus III (Maret 2020), sebesar Rp405,1 triliun dianggarkan untuk kesehatan masyarakat dan perlindungan sosial, serta stabilitas sistem keuangan melalui dua pilar Perppu nomor 1/ 2020.

Dua pilar tersebut penting karena terkait dengan kebijakan keuangan publik untuk kesehatan, jaring pengaman sosial, dukungan pada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), dunia usaha dan pemulihan ekonomi, serta kebijakan sektor keuangan.

Selanjutnya, pada perluasan stimulus III, anggaran sebesar Rp695,2 triliun atau setara 4,2% dari GDP dialokasikan untuk dua kategori besar, yaitu kesehatan (sebesar Rp87,55 triliun) dan pemulihan ekonomi (sebesar Rp607,65 triliun).

“Kemenkeu akan terus berupaya untuk dapat mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam mencapai 5 Program Prioritas yang diarahkan pada reformasi struktural di Indonesia, yaitu Pembangunan Sumber Daya Manusia, Infrastruktur, Penyederhanaan Regulasi, Penyederhanaan Birokrasi, serta Transformasi Ekonomi,” tulis Kemenkeu di situs resmi. (*)

#Berita Kementerian Keuangan #Stimulus Ekonomi #Satu Tahun Jokowi-Ma’ruf #Pandemi Covid-19 #Pemulihan Ekonomi #Stimulus Keuangan 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.