Batam Kehilangan Pengelola Air Terbaik di Indonesia, Warga: Kinerja Pengelola Baru Seperti Apa?

Dua manager ATB tengah mendiskusikan data yang ditampilkan oleh Dashboard ATB Integrated Operation System. Dengan Dashboard ini, ATB mampu memonitor proses produksi hingga distribusi dalam satu layar.
Dua manager ATB tengah mendiskusikan data yang ditampilkan oleh Dashboard ATB Integrated Operation System. Dengan Dashboard ini, ATB mampu memonitor proses produksi hingga distribusi dalam satu layar.
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Konsesi pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) antara BP Batam dan PT Adhya Tirta Batam (ATB) akan berakhir pada 14 November.

 

Pengelolaan air bersih di Batam tidak lagi ditangani oleh perusahaan air dengan predikat “Terbaik di Indonesia” ini.

 

Kehilangan ATB sebagai pengelola air di kota Batam cukup membuat warga Batam cemas. Pasalnya, mereka telah merasa nyaman dengan kualitas pelayanan air ATB selama ini.

Baca:Cara Sederhana Membuat Bolu Kukus Mawar

Baca:Info Pemadaman Listrik Selama 3 Jam di Batam, Senin dan Selasa 26-27 Oktober 2020

Baca:RAMAAN ZODIAK CINTA BESOK, Senin 26 Oktober 2020, Sagitarius Makin Mulus, Scorpio Tak Kenal Batas

Warga khawatir, digantinya ATB akan menurunkan kualitas pelayanan air di kota Batam.

 

“Sebenarnya kami juga sangat cemas dengan habisnya kontrak ATB. Kami sudah puas dengan pelayanan ATB selama bertahun-tahun. Yang ke depannya belum tahu lagi,” ujar Hamsida, warga Komplek Nurul Jati, Bengkong Permai.

 

Menurutnya, mengelola air di kota Batam tak semudah membalikkan telapak tangan. Sumber air di kota Industri ini terbatas dan elevasi lahan yang bervariasi, membuat pendistribusian air di Batam memiliki tantangan tersendiri.

 

“Kami khawatir kualitas (pendistribusian air) menurun. Dulu kami sempat mengalami kayak gitu. Tapi ketika kami ajukan ke ATB, cepat direspon. Sampai sekarang sudah lancar. (Yang baru) belum memahami kalau ada gangguan sana sini,” paparnya.

 

Hal senada disampaikan oleh Wagiso, Ketua RT 02, RW 15, Batu Merah. Dia mengkhawatirkan terkait nasib pengelolaan air setelah berakhirnya konsesi ATB.

 

Dia berharap tidak terjadi penurunan kualitas pelayanan, mengingat ATB telah menjadi perusahaan air bersih terbaik di Indonesia.

 

“Yang kita takutkan, kalau tak lagi dikelola ATB, bagaimaan masalah air di daerah kami ini? Karena kami sangat butuh air,” tegasnya.

 

Marihot Jonni Samosir, warga Tiban mengatakan, dia belum pernah menemukan pengelolaan air bersih sebaik yang dilakukan ATB. Rata-rata kualitas pengelolaan air di bawah pemerintah belum memenuhi ekspektasi pelanggan.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.