Cara Membedakan Vaksinasi dan Imunisasi

Seorang migran Venezuela menerima vaksinasi di Pusat Layanan Perbatasan Binasional Peru, di Tumbes, Peru 14 Juni 2019. (REUTERS / Guadalupe Pardo / File Photo/CNA)
Ilustrasi. Seorang migran Venezuela menerima vaksinasi di Pusat Layanan Perbatasan Binasional Peru, di Tumbes, Peru 14 Juni 2019. (REUTERS / Guadalupe Pardo / File Photo/CNA)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Tidak sedikit yang mengira bahwa vaksinasi dan imunisasi adalah hal yang sama. Padahal keduanya adalah dua hal yang berbeda.

Sayangnya, perbedaan ini kerap diabaikan mengingat keduanya sama-sama memiliki manfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit tertentu. Namun di balik itu, vaksinasi dan imunisasi sebenarnya memiliki cara kerja yang berbeda di dalam tubuh.

Berikut perbedaan vaksinasi dan imunisasi, dirangkum dari berbagai sumber.

Vaksinasi

Vaksinasi merupakan proses pemberian vaksin dengan cara disuntikkan atau diteteskan melalui mulut untuk meningkatkan produksi antibodi yang juga menjadi penangkal dari penyakit.

Zat yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui vaksinasi – yang disebut vaksin- biasanya mengandung virus atau bakteri yang sudah dilemahkan. Zat tersebut juga mengandung protein mirip bakteri yang didapatkan dari pengembangan di laboratorium.

Mengutip Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 12 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Imunisasi, vaksin adalah ‘produk biologi yang berisi antigen berupa mikroorganisme yang sudah mati atau masih hidup yang dilemahkan, masih utuh atau bagiannya, atau berupa toksin mikroorganisme yang telah diolah menjadi toksoid atau protein rekombinan, yang ditambahkan dengan zat lainnya, yang bila diberikan kepada seseorang akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu.’

“Pada saat kita diberikan vaksin, maka tubuh kita akan membentuk antibodi untuk memproteksi kita. Jadi kita akan kebal terhadap infeksi di kemudian hari dan tidak ada periode sakitnya,” terang Endah dalam Webinar Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dengan tema ‘Disinformasi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi’ beberapa waktu lalu.

Kandungan vaksin menimbulkan reaksi imunitas tubuh, dengan begitu tubuh dapat melawan serangan infeksi di kemudian hari. Proses ini juga disebut sebagai imunisasi dalam tubuh.

Metode pemberian vaksin dalam imunisasi pun berbeda-beda.

Beberapa vaksin ada yang hanya diberikan sekali untuk seumur hidup. Namun, ada juga yang perlu diberikan secara berkala agar kekebalan tubuh terbentuk dengan baik.

Meski lebih sering diberikan kepada anak-anak, vaksin sebenarnya juga dapat diberikan kepada orang dewasa sebagai bentuk imunisasi lanjutan, atau dengan jenis yang berbeda.

Di Indonesia sendiri, sebagaimana dikutip Alodokter, setidaknya ada lima vaksinasi wajib yang harus diberikan, yaitu vaksin hepatitis B, polio, BCG untuk mencegah tuberkulosis, campak, serta DTP untuk mencegah difteri, pertusis, dan tetanus.

Di samping vaksin wajib itu ada sejumlah vaksin yang direkomendasikan pemerintah, misalnya vaksin Hepatitis A, HPV, varisela, MMR, rotavirus, influenza, tifoid, dan lainnya.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.