Ekspor Karet Bintan Buat Ban Michelin Tembus Perancis dan Belanda, Masing-masingnya 226,8 Ton

(Suryakepri.com/ist)
Petugas Karantina Pertanian Tanjungpinang saat mengecek karet lempengan yang mau diekspor (Suryakepri.com/ist)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

TANJUNGPINANG, SURYAKEPRI.COM – Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Tanjungpinang mencatat dua negara tujuan baru berhasil ditembus karet asal Bintan pada medio Oktober 2020, yakni Belanda dan Perancis. Hal ini menjadi kado istimewa saat bertepatan dengan Hari Karantina Pertanian ke-143 tahun.

“Ini menggenapkan jumlah tujuan negara ekspor untuk komoditas unggulan ekspor asal Bintan karet lempengan menjadi 15 negara,” kata Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang drh. Raden Nurcahyo Nugroho dalam keterangan tertulisnya diterima, Senin (26/10/2020).

Menurut Raden, kinerja ekspor asal sub sektor perkebunan ini di wilayah kerjanya mencatat pertumbuhan yang signifikan. Dari jumlah negara, dibanding tahun lalu baru berjumlah 7 negara saja.

Secara total, pada periode Januari – Oktober 2020 ekspor karet lempengan dari Bintan tercatat telah berlangsung sebanyak 115 kali dengan volume 18,5 ribu ton dengan nilai Rp 348,6 miliar.

“Sedangkan di tahun 2019 pada periode yang sama ekspor terjadi hanya 74 kali, volume 11 ribu ton dengan nilai Rp 188,9 miliar, atau meningkat hampir dua kali lipat,” ujarnya.

Sebagai informasi, karet lempengan sebagai bahan baku berbagai jenis industri. Sebelum diekspor, karet lempengan ini dilakukan pemeriksaan guna memastikan telah memenuhi persyaratan teknis negara tujuan.

Pejabat Karantina Pertanian Tanjungpinang Wilker Sri Bayintan Kijang, Suradi melakukan pemeriksaan terhadap media pembawa karet lempengan dengan volume yang sama masing-masing 226,8 ton untuk Belanda dan Perancis pada 23 Oktober 2020.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.