Patung Singa Merlion Digambarkan Bertopang Dagu, Pandemi Covid-19 Terlalu Kejam untuk Industri Pariwisata

Penulis: Eddy Mesakh

Ilustrasi Patung Singa Merlion di Singapura digambarkan sedang bertopang dagu karena sedih menyusul ambruknya sektor pariwisata akibat hantaman pandemi Covid-19. (Illustration: Anam Musta'ein/TODAY via CNA)
Ilustrasi Patung Singa Merlion di Singapura digambarkan sedang bertopang dagu karena sedih menyusul ambruknya sektor pariwisata akibat hantaman pandemi Covid-19. (Illustration: Anam Musta'ein/TODAY via CNA)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SINGAPURA, SURYAKEPRI.COM – Sebuah gambar ilustrasi di media online Singapura, Channel News Asia, menggambarkan patung Singa Merlion yang ikonik sedang bertopang dagu. Sedih!

Spot selfie paling terkenal di Singapura itu sedang bersedih akibat ambruknya sektor plesiran yang selama bertahun-tahun menjadi penyumbang pemasukan jumbo bagi negeri mini di seberang Pulau Batam itu.

Tetapi, murungnya patung Singa Merlion bukan sekadar gambaran hancurnya sektor pariwisata di negeri tetangga, tetapi sekaligus mewakili murungnya masyarakat Singapura yang tidak bisa bepergian keluar dari negerinya lantaran “pintu keluar ditutup”  demikian juga tertutupnya pintu masuk di negara lain.

Ilustrasi itu melengkapi artikel berjudul “The Big Read: A vital economic pillar, S’pore’s tourism sector faces a brutal test of mettle amid Covid-19 fallout.” Atau Bacaan Besar: Ambruknya pilar ekonomi vital, sektor pariwisata S’pore menghadapi ujian kejam di tengah Covid-19″

BACA JUGA:

Caption ilustrasi itu, yang dibuat oleh ilustrator Today, Anam Musta’ein, menjelaskan bahwa tanpa adanya pilihan perjalanan lain, warga Singapura berbondong-bondong ke tempat-tempat besar dan kecil untuk memuaskan keinginan perjalanan mereka.

Namun, antusiasme untuk “pariwisata domestik” tidak akan cukup untuk menghidupkan kembali industri yang bertekuk lutut, kata para pelaku dan pakar industri [perjalanan/pariwisata].

, penulis artikel itu, menuturkan: tahun lalu, pegawai negeri sipil Joanne Loh mengambil cuti dari pekerjaan selama beberapa bulan, yang dia habiskan untuk bepergian ke tempat-tempat seperti Australia, Taiwan, dan Eropa. Perjalanan itu memberinya istirahat yang sangat dibutuhkan dari rutinitas hariannya, kata perempuan berusia 30 tahun itu.

“Sangat menyenangkan melihat dunia dan beristirahat dari pekerjaan.”

Tahun ini, dia sangat menantikan untuk mengunjungi Swiss dan Australia. Sayangnya, Covid-19 telah merusak rencananya – bersama dengan ribuan orang Singapura yang haus perjalanan – karena tertutupnya perbatasan dan larangan penerbangan –  telah membuat perjalanan udara, terutama untuk jenis rekreasi, semuanya mustahil sejak Februari.

Saat ini Ms Loh mencoba alternatif dengan menjelajahi Singapura. Keluarganya melakukan perjalanan mingguan ke taman seperti Botanic Gardens dan Admiralty Park. Bulan lalu, dia pergi ke pusat turis Gardens by the Bay – kunjungan pertamanya ke sana dalam hampir setahun.

Seperti Ms Loh, banyak orang di Singapura memiliki keinginan terpendam untuk bepergian – orang tidak sabar untuk keluar dari negaranya bahkan ketika tidak ada tujuan. Dalam seminggu setelah pengumuman Dewan Pariwisata Singapura (Singapore Tourism Board/STB) awal bulan ini bahwa mereka tidak akan mengizinkan kapal pesiar ke mana-mana, Royal Caribbean International mengatakan bahwa pelayaran pertamanya pada 1 Desember hampir terjual habis.

Genting Cruise Lines, operator lain yang menawarkan kapal pesiar semacam itu, juga telah di-booking lebih dari 6.000 pelanggan untuk kapal pesiarnya hanya dalam lima hari, lapor The Straits Times.

Dalam situasi tiada pilihan perjalanan lain, masyarakat Singapura berbondong-bondong ke destinasi lokal, besar maupun kecil, untuk memuaskan nafsu berkelana mereka.

Misalnya, keluarga yang berduyun-duyun mengunjungi pameran dinosaurus Changi Jurassic Mile antara Bandara Changi dan East Coast Park sejak dibuka pada 11 Oktober, mendorong Changi Airport Group untuk menerapkan sistem booking bagi pengunjung untuk akhir pekan.

Memperkuat Industri 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.