Pelaku Wisata Singapura Mengais Turis Domestik, Tapi Mereka Sangat Sensitif Harga

Penulis: Eddy Mesakh

Merlion Prak, Singapura. (Foto: language-int.com)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SINGAPURA, SURYAKEPRI.COM – Pelaku industri pariwisata di Singapura berupaya keras mengais pemasukan dari turis domestik. Tapi tantangan yang dihadapi begitu sulit dan tidak mungkin berkelanjutan.

Wilayahnya yang begitu kecil dan populasi hanya 5,6 juta, menunjukkan potensi yang dimiliki terlalu kecil. Ini seperti kita disuruh berwisata di dalam kampung sendiri, yang hampir setiap sudutnya sudah kita telusuri.

Mengeluarkan uang untuk datang ke tempat yang itu-itu saja, bukankah itu akan sangat membosankan? Tetapi para pelaku industri pariwisata tidak menyerah dan tetap berupaya memutar roda bisnisnya.

Channel News Asia melaporkan pada Senin (26/10/2020) bahwa operator tur lokal mengatakan dorongan menuju pariwisata domestik akan memberi mereka ruang bernafas. Mereka menyebutkan beberapa tantangan, seperti jumlah produk yang terbatas dan bagaimana membuat orang Singapura bersemangat dengan penawaran wisata lokal.

BACA JUGA:

Toh Thiam Wei, pendiri perusahaan tur jalan kaki Indie Singapore Tours, mengatakan kampanye SingapoRediscovers telah membantu membangkitkan rasa ingin tahu di antara warga Singapura yang sebelumnya tidak akan mencari tur lokal.

Dia mengatakan bahwa hampir semua pelanggannya sebelum pandemi adalah turis internasional. Meski jumlah turnya menurun drastis selama masa pemutus sirkuit (circuit breaker) yang berakhir pada 1 Juni, ia telah melihat peningkatan tiga kali lipat dalam permintaan dari penduduk setempat selama dua bulan terakhir.

BACA: Harga Tiket Pesawat Turun Drastis Bulan Oktober, Pariwisata Kepri Menggeliat

Namun, Toh dengan cepat memperingatkan bahwa angka-angka ini mungkin tidak mewakili gambaran yang akurat karena ini masih awal dan permintaan lokal masih rendah.

Robin Loh, pendiri Let’s Go Tour Singapore, mengatakan pendapatan perusahaan tur sekarang hanya setengah dari pendapatan sebelum pandemi.

Ada sedikit minat pada tur sepeda yang menjadi andalan perusahaan. Sebaliknya, mereka harus berpikir di luar kotak dan menawarkan tur yang menarik bagi penduduk setempat seperti tur perahu kelong dan tur jalan kaki kampung (kampung walking tours).

BACA: Cerita Pekerja Spa: Dulu Bisa Seharian, Sekarang Sehari Cuma 7 Pelanggan

Mr Loh mengatakan bahwa perusahaan telah “meraih tingkat penerimaan yang baik” untuk produk barunya. Ini menjalankan empat hingga lima tur jalan kaki kampung setiap minggu sejak dimulai pada pertengahan Agustus. Juga telah melakukan enam hingga delapan tur perahu kelong per minggu sejak diluncurkan pada akhir Juli.

Kendati demikian, dia belum bisa memastikan berapa lama bisa menopang perusahaan hanya berdasarkan pasar domestik.

“Ini benar-benar lahan baru bagi kami, dan (lanskap pariwisata) sangat dinamis. Kami tidak tahu kapan semuanya akan kembali normal,” ujarnya kepada CNA.

Kelompok wisata menyambut baik langkah terbaru Pemerintah untuk mendukung industri tersebut dengan menggandakan batas jumlah orang yang dapat mengikuti tur berjalan kaki, bersepeda, dan kayak menjadi 20 orang mulai bulan depan.

Namun, masih ada batasan, kata mereka. Misalnya, Pak Toh mengatakan bahwa rombongan wisatanya masih akan dibatasi menjadi lima untuk sementara waktu sehingga mereka tidak melanggar peraturan jarak aman ketika mengunjungi tempat-tempat tertentu seperti restoran, yang masih membatasi meja masing-masing untuk lima pelanggan dan tidak boleh berbaur dengan tamu dari meja yang berbeda.

Turis Lokal Singapura Sensitif Harga 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.