SMI soal Cukai Rokok Naik: Biar Tidak Ada yang Paling Menang

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Kemenkeu)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Kemenkeu)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM –  Menteri Keuangan Sri Mulyani mengisyaratkan kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok sudah mempertimbangkan banyak hal, dari sisi kesehatan, tenaga kerja, petani dan buruh tembakau, hingga potensi rokok ilegal.

Makanya, ia menilai cukai rokok tidak bisa terlalu tinggi. Karena, kalau terlalu tinggi pun, dapat membuat menjamurnya rokok ilegal di pasaran.

“Seperti insentif buat rokok ilegal, makin tinggi harganya makin senang dia karena bedanya antara market price dengan ilegal itu akan sangat besar,” ujarnya saat mengisi Kuliah Umum bertajuk Kebijakan Keuangan dan Pengawasannya dalam Mengatasi Pandemi Covid-19 oleh FEB Universitas Indonesia (UI), Rabu (18/11).

Oleh karena itu, kata Ani, pemerintah memiliki banyak variabel mempertimbangkan kenaikan cukai rokok, di samping masalah kesehatan dan keberlangsungan pekerja di industri dan pertanian tembakau.

“Jadi yang dipertimbangkan itu prevalensi merokok dari sisi kesehatan, tenaga kerja, buruh, petani, dan kemudian munculnya rokok ilegal. Kami coba seimbangkan saja berarti tidak ada satupun yang merasa dia paling menang,” ujarnya.

Menurut Ani, dalam hal kesehatan pemerintah akan fokus untuk menekan angka prevelansi merokok menggunakan instrumen cukai.

Namun, dari sisi ketenagakerjaan, kenaikan cukai juga tak boleh sampai mematikan industri yang bisa berimbas pada pemutusan hubungan kerja (PHK).

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.