Mesin Pemilu AS Mudah Diretas, Sudah Diingatkan Prof Universitas Michigan via New York Times

Alex Halderman, profesor ilmu komputer dan teknik di University of Michigan telah memperingatkan bahwa mesin pemungutan suara di AS mudah dimanipulasi oleh peretas. (Tangkapan layar Fox News)
Alex Halderman, profesor ilmu komputer dan teknik di University of Michigan telah memperingatkan bahwa mesin pemungutan suara di AS mudah dimanipulasi oleh peretas. (Tangkapan layar Fox News)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Alex Halderman, profesor ilmu komputer dan teknik di University of Michigan sudah mengingatkan bahwa mesin Dominion yang digunakan di pemilu AS mudah diretas dan sejak 2018 menganjurkan agar pemilu gunakan surat suara agar aman.

Prof Halderman menyampaikan hal itu di The New York Times, tetapi dia sendiri menyatakan bahwa tidak ada kecurangan dalam Pilpres AS 2020 ini.

Tetapi Presiden Donald J Trump kembali memosting pernyataan dan uji coba yang pernah dilakukan Prof Halderman terhadap mesin Dominion yang sangat mudah untuk diretas.

Dan itu sebenarnya merupakan alarm tentang betapa rentannya mesin pemungutan suara semacam itu dari serangan hacker.

Pada April 2018 lalu, New York Times Opinion membagikan video di halaman YouTube-nya yang berjudul “How I Hacked an Election.”

BACA JUGA: 

Video itu menampilkan Profesor J. Alex Halderman dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Michigan, yang mendesak agar mesin pemungutan suara elektronik jangan digunakan lagi.

Halderman mendemonstrasikan pemilu tiruan yang dia selenggarakan di universitasnya menggunakan “mesin usang” yang biasa digunakan dalam pemilu normal untuk meminta siswa Michigan memilih kampus mana yang terbaik: kampus mereka sendiri, atau saingan berat mereka, Universitas Negeri Ohio.

“Setelah kekacauan pemilu 2000, kita dijanjikan cara yang modern dan dapat diandalkan untuk memberikan suara. Saya di sini untuk memberi tahu Anda bahwa mesin pemungutan suara elektronik yang dimiliki orang Amerika untuk memecahkan masalah integritas pemungutan suara – itu ternyata adalah ide yang buruk, “kata Prof Halderman.

“Itu karena orang-orang seperti saya dapat meretas semuanya dengan sangat mudah. ​​Saya seorang ilmuwan komputer yang meretas banyak mesin pemungutan suara elektronik. Saya bahkan telah mengubah satu mesin menjadi konsol video game. Bayangkan apa yang dapat dilakukan oleh Rusia dan Korea Utara.”

Uji Coba Pemungutan Suara di Kampus Michigan 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.