Trump Bayar Rp42 Miliar untuk Penghitungan Suara Ulang di Wisconsin

Penulis: Eddy Mesakh

Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih. (Foto: AFP via CNA)   
Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih. (Foto: AFP via CNA)   
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

WISCONSIN, SURYAKEPRI.COM – Tim Sukses Presiden Donald Trump telah membayar US$ 3 juta atau sekitar Rp42 miliar untuk biaya penghitungan ulang suara di sebagian Wisconsin, yakni di kabupaten Dane dan Milwaukee.

Dikutip dari thefederalist.com, Jumat (19/11/2020), tim sukses kandidat Republik itu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah membayar biaya untuk penghitungan ulang pada Selasa malam dan menyerahkan dokumen yang diperlukan pada hari Rabu.

Kedua County atau kabupaten tersebut dilaporkan pendukung Joe Biden. Kedua kabupaten dikenal sebagai benteng Demokrat yang andal.

Milwaukee County adalah yang terbesar di negara bagian Wisconsin dan daerah kulit hitam terpadat.

BACA JUGA:

Dane County, yang terbesar ketiga di negara bagian itu, merupakan ibu kota liberal Wisconsin, Madison, dan Universitas Wisconsin-Madison yang sayap kiri.

“Kedua kabupaten ini dipilih karena itu adalah lokasi penyimpangan terburuk,” kata Tim Sukses Trump dalam sebuah pernyataan.

Mereka mencatat bahwa itu adalah area di mana ada “surat suara absensi (tidak ada orangnya) yang diubah secara ilegal, surat suara absensi yang dikeluarkan secara ilegal, dan nasihat ilegal yang diberikan oleh pejabat pemerintah Wisconsin yang mengizinkan pelanggaran undang-undang ID Pemilih.”

Timses Trump yakin pemilih di Wisconsin menghindari persyaratan identitas yang terdapat foto dengan mengklaim bahwa mereka “dibatasi tanpa batas waktu” karena COVID-19 dan oleh karena itu tidak perlu menunjukkan ID foto untuk mengembalikan surat suara mereka yang tidak hadir.

Undang-undang Wisconsin mewajibkan semua pemilih untuk menunjukkan identitas yang ada fotonya untuk memberikan suara secara langsung dan melalui surat.

Panitera di wilayah Milwaukee dan Dane secara terbuka mengatakan kepada para pemilih bahwa mereka dapat memberikan surat suara yang tidak hadir tanpa memberikan ID foto dengan menyatakan diri mereka “dibatasi tanpa batas waktu” karena pandemi COVID-19.

Partai Republik Wisconsin menggugat Panitera Demokrat Dane County Scott McDonell atas posting Facebook yang dia tulis bertentangan dengan Komisi Pemilihan Wisconsin.

Mahkamah Agung Wisconsin memerintahkan McDonell untuk berhenti memberikan panduan pemilih yang berbeda dari apa yang disetujui secara resmi.

Secara khusus, menyatakan bahwa “status terbatas tanpa batas dibuat untuk setiap individu pemilih berdasarkan keadaan mereka saat ini,” karena status tersebut tidak dimaksudkan untuk melanggar persyaratan ID pemilih.

Trump dan Timsesnya mengatakan dua kabupaten Wisconsin adalah lokasi dimana telah terjadi “penyimpangan terburuk”.

Media-media besar menuding pernyataan Presiden Trump sebagai “teori konspirasi” dan “keliru”.

Sebenarnya ada bukti ketidakberesan pemilih di Wisconsin. Kabupaten Dane telah tumbuh secara eksponensial dalam dekade terakhir, tetapi populasi kabupaten Milwaukee tetap stagnan.

Namun, entah bagaimana, Biden melakukan lebih baik daripada kinerja mantan Presiden Barack Obama tahun 2008 di Milwaukee County.

Aneh bahwa sebuah county yang menurut perkiraan populasi Biro Sensus menunjukkan telah benar-benar menyusut dalam dekade terakhir, melaporkan lebih banyak suara untuk Biden daripada Obama, seorang tokoh bersejarah yang memotivasi rekor jumlah orang kulit hitam untuk memilih pada tahun 2008.

The Federalist.com menyebutkan bahwa Barack Obama adalah salah satu calon presiden yang kampanyenya paling kuat dan paling sukses dalam sejarah Amerika.

Sebaliknya, Joe Biden memiliki sejarah membuat komentar rasis yang liar dan kampanyenya tidak pernah mendekati antusiasme Obama.

Setelah penghitungan ulang secara resmi disetujui oleh ketua komisi pemilihan, penghitungan ulang bisa dimulai paling cepat Kamis dan paling lambat Sabtu, serta harus selesai paling lambat 1 Desember 2020.

Joe Biden unggul di Wisconsin dengan raihan 1.630.673 popular vote atau 49,6 persen. Sedangkan Donald Trump meraih 1.610.065 suara (48,9%). Negara bagian ini memiliki 10 suara elektoral.(*)

 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.