Sebelum Ditangkap Kejati Kepri, Tersangka Arief Zailani Masuk Daftar Pencarian Orang

Tersangka Arief Zailani digiring Tim Kejati Kepri saat tiba di Tanjungpinang (Suryakepri.com/ist)
Tersangka Arief Zailani digiring Tim Kejati Kepri saat tiba di Tanjungpinang (Suryakepri.com/ist)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

TANJUNGPINANG, SURYAKEPRI.COM – Tersangka Arief Zailani (37) yang ditangkap Tim Intelijen dan Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau (Kepri) sebelumnya telah masuk daftar pencarian orang (DPO).

Tersangka ini berhasil diciduk tim Kejati Kepri di Palm Residences Summarecon Bekasi, Jawa Barat, Jumat (20/11/2020) sekira pukul 09.50 WIB.

Tersangka Arief Zailani ditahan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau Nomor: Print-05/L.10/Fd.1/07/2019 tanggal 18 Maret 2019. Arief Zailani merupakan tersangka dalam dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Alat Praktik Otomotif Rekayasa pada Dinas Pendidikan Provinsi Kepri tahun 2018.

.BACA : Sempat Kabur, Kejati Kepri Tangkap Tersangka Korupsi Pengadaan Alat Otomotif Pada Disdik Kepri di Bekasi

.BACA : Diduga Gelapkan Pajak Senilai Rp2,5 Miliar, Direktur PT Extel Communication Dilimpahkan ke Kejati Kepri

.BACA : Kota Tanjungpinang dan 16 Daerah Lain Masuk Kategori Risiko Tinggi Penularan Covid-19 Saat Pilkada

Sebelum ditangkap, tersangka ini sudah tiga kali mangkir dari pemanggilan penyidik.

“Tersangka sudah sudah dipanggil tiga kali, namun tidak datang,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Kepri Jendra Firdaus, Sabtu (21/11/2020.

Saat ini tersangka Arief Zailani telah dimasukkan ke dalam Rumah Tahanan Negara Tanjungpinang setelah lebih dahulu test covid sesuai protokoler kesehatan.

“Untuk jelasnya nanti akan disampaikan dalam press rilis Kejati Kepri,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dalam perkara ini Kejati Kepri telah menetapkan dua orang tersangka, yakni DS selaku PPTK kegiatan pengadaan Alat Praktik Otomotif Rekayasa, sedangkan tersangka Arief Zailani selaku Direktur CV MSB. Kedua tersangka DS dan A diduga menilep uang negara sebesar Rp777.200.000. (*)

Penulis : Muhammad Bunga Ashab

Editor  : Sudianto Pane

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.