Menteri Edhy Prabowo Dicokok KPK, Tapi Ekspor Benih Lobster Bikin Negara Untung atau Rugi?

Tim satgas gabungan F1QR Koarmada I yang terdiri dari Guskamla Koarmada I, Lantamal IV dan Lanal Batam, kembali menggagalkan penyeludupan baby lobster dari Batam ke Singapura, Kamis (12/09/2019). Suryakepri.com/adl)
Ilustrasi.Tim satgas gabungan F1QR Koarmada I yang terdiri dari Guskamla Koarmada I, Lantamal IV dan Lanal Batam, kembali menggagalkan penyeludupan baby lobster dari Batam ke Singapura, Kamis (12/09/2019). Suryakepri.com/adl)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Diduga terkait ekspor benih atau baby lobster, tetapi kepastiannya belum diungkap oleh KPK.

Sebelumnya, di era Susi Pudjiastuti sebagai Menteri KKP, dia melarang ekspor benur atau benih lobster.

Tetapi kebijakan itu kemudian dihapus oleh Edhy Prabowo saat ditunjuk Presiden Joko Widodo menggantikan posisi Susi Pudjiastuti pada periode kedua pemerintahannya.

Tapi, pilihan mengekspor benih lobster itu membuat negara untung atau rugi?

BACA JUGA:

Penelusuran Suryakepri.com dari berbagai pemberitaan, sejumlah nelayan maupun pelaku usaha terkait lobster maupun budidaya “udang raksasa” itu, justru mengaku rugi manakala keran ekspor dibuka oleh Edhy Prabowo.

Bulan Juli lalu, Ketua Himpunan Pembudi Daya Ikan Laut Indonesia (Hipilindo) Effendy Wong, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu,  mengatakan, legalisasi ekspor benih lobster bakal melemahkan semangat budi daya.

Effendy Wong melihat dari sudut pandang pembudidaya lobster.

Dia menyebutkan bahwa sebelum keran ekspor dibuka, harga benih lobster atau benur dari nelayan [penangkap] hanya berkisar Rp 2.000 – Rp 4.000 per ekor. Setelah ekspor dibuka, jadi Rp 15.000 – Rp 17.000 per ekor.

Melonjaknya harga benih membuat pembudidaya lobster di Indonesia tidak mampu bersaing, misalnya dengan pembudidaya di Vietnam. Alhasil bisa kalah bersaing harga di pasar internasional.

Apalagi Vietnam lebih dekat ke China sebagai importir lobster dewasa, sehingga bisa menekan ongkos kirimnya.

Selain itu, dari sisi nelayan, ekspor benur mendorong masifnya penangkapan dan itu membuat populasi lobster dewasa menurun. Itu mengurangi jumlah tangkapan mereka.

Saat ini harga benur atau benih lobster di tingkat nelayan di Aceh dan Lombok Timur hanya berkisar Rp 3.000-Rp 4.500 per ekor. Sementara di level perantara, harganya mencapai Rp. 15.000 – Rp. 20.000.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sendiri telah mengatur harga baby lobster yang dibeli dari nelayan tidak boleh kurang dari Rp 5.000. Jika ketahuan, dirinya akan mencabut izin para eksportir.

Penerimaan Negara dan Nilai Ekspor benih Lobster 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.