Suplai Air di Batam Mulai Memusingkan Warga di Sejumlah Area, Penyambungan Baru Juga Mandeg

Intake IPA Tanjungpiayu telah turun lebih dari 3 meter akibat menyusutnya level air di waduk Duriangkang. (ist)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Gangguan suplai air di Batam sudah dirasakan sering muncul di sejumlah area, terutama wilayah stres area, atau daerah yang memiliki tantangan ekstra dalam sistem distribusi.

Sejumlah warga yang mengeluh atas kondisi tidak normal semenjak beberapa hari pasca alih kelola itu, mengaku sebelumnya mengalir lancar.

Bahkan ada pelanggan yang kini menerima aliran air keruh tanpa mengetahui penyebabnya.

Baca: 10 Hari Lagi “ATB Dipensiun”: 2.900 Pelanggan Air di Stress Area Berpotensi Terganggu Paling Awal

Baca: Menuju Pengakhiran Konsesi ATB, Ini Kekhawatiran Dunia Usaha

Baca: Presiden Direktur PT ATB Buka-bukaan soal Tender SPAM di Batam, BP Batam Ternyata Telah Tunjuk PT Moya Indonesia

“Air hanya mengalir tengah malam mulai pukul 02.00 WIB dini hari, dan pukul 06.00 sudah tak mengalir. Begitu kondisinya setiap hari,” ujar Cadika seorang warga di kawasan Sei Lekop Dapur 12, sebagaimana diutarakannya Kamis (26/11).

Warga menuturkan, suplai air selepas konsesi ATB yang kini dpegang PT Moya dan BP Batam tidak semakin baik.

Sejumlah warga Sei Lekop pun telah beramai-ramai mengadukan keluhannya ke kantor pengelola yang baru.

“Air semakin tak jelas di tempat kami sejak diganti, 16 November kami datangi kantor pelayanan untuk mengadukan permasalahan ini. Namun sampai saat ini belum ada perubahan, air tetap mengalir tengah malam,” ucapnya.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.