Pengusaha di Karimun Mengeluh Biaya Tinggi di Kawasan FTZ, Ini Komitmen HM Soerya

Para pengusaha di Karimun mengeluhkan biaya tinggi aktivitas di kawasan FTZ.(suryakepri.com/ist/tommy p)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

KARIMUN, SURYAKEPRI.COM – Tingginya biaya ekonomi di kawasan Free Trade Zone (FTZ) atau Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas diungkapkan sejumlah pelaku usaha dan ekonomi di Kabupaten Karimun.

Tingginya biaya di kawasan FTZ itu diungkapkan mereka saat ditemui Calon Gubernur Kepri HM Soerya Respationo di Lantai 7, Hotel Aston Batam, Minggu (29/11/2020) malam.

Saat itu, sejumlah pengusaha dari berbagai jenis industri dan bidang terlihat mengungkapkan ‘unek-uneknya’ terkait menurunnya perekonomian saat ini.

Baca: Sambut Hangat HM Soerya, Long Aca dan Sabari Basirun Yakin Suara di Karimun Tak Akan Terpecah

Baca: Didekati Dewi Fortuna, 4 Shio Ini Berlimpahkan Rezeki dan Hoki

Baca: Keluarga Besar Nurdin Basirun dan Loyalisnya Dukung Soerya-Iman, Ini Target Suara di Karimun

“Jika nanti Bapak Soerya Respationo terpilih seagai Kepala Daerahdi Provinsi Kepri, Kalau kami boleh meminta, kiranya bisa memperjuangkan diberlakukannya FTZ secara menyeluruh di kawasan Karimun,” Jelas Eddy Asun, salah satu pengusaha di Karimun ini.

Dikatakan, aturan yang ada sangat membuat sulit para pengusaha di karimun. Khususnya saat akan melakukan pemasukan barang maupun mengirim ke luar kawasan FTZ.

Hal ini membuat para pengusaha bingung untuk melakukan aktivitas yang resmi. Sementara aturannya sangat memberatkan para pengusaha.

Namun jika melakukan kegiatan ilegal tentunya akan membahayakan diri sendiri, perusahaan dan tentunyaa karyawan.

“Untuk itu, kami meminta agar ada perhatian serius dari Calon Kepala Daerah di Kepri nanti. Kiranya bisa memberikan solusi yang terbaik untuk pengusaha. Terlebih lagi dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini,” terangnya.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.