Ini Alasan Solskjaer Tidak Mengganti Fred yang Sudah Ada Tanda-tanda Bakal Diusir Wasit

Wasit Daniele Orsato asal Italia mengeluarkan kartu merah untuk Fred - akumulasi kartu kuning - setelah melanggar Ander Herrera pada menit ke-70. Sebelumnya dia telah mendapatkan kartu kuning pada menit ke-23 babak I akibat menanduk kepala Marco Verratti.(Foto: manutd.com) 
Wasit Daniele Orsato asal Italia mengeluarkan kartu merah untuk Fred - akumulasi kartu kuning - setelah melanggar Ander Herrera pada menit ke-70. Sebelumnya dia telah mendapatkan kartu kuning pada menit ke-23 babak I akibat menanduk kepala Marco Verratti.(Foto: manutd.com) 
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Diusirnya Fred akibat menerima dua kartu kuning menjadi poin pembicaraan dalam kekalahan 1-3 Manchester United dari Paris Saint Germain di Old Trafford pada penyisihan Grup H Liga Champions 2020/21, Rabu (2/12/2020) atau Kamis dinihari waktu Indonesia.

Manajer MU Ole Gunnar Solskjaer ditanya mengenai keputusannya mempertahankan Fred kendati sudah ada tanda-tanda pemain itu bakal diusir wasit Daniele Orsato asal Italia.

Fred mendapat kartu kuning pertama pada menit ke-23 babak I akibat menanduk kepala Marco Verratti.

Kemudian MU harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-70 babak II setelah Fred mendapat kartu kuning kedua akibat melanggar Ander Herrera.

BACA JUGA:

“Ini bukan pelanggaran jadi … Fred bermain sangat disiplin di babak kedua. Dan ketika dia membuat takcle seperti ini, Anda tidak bisa menyalahkan bocah itu. Kami berbicara di babak pertama, ‘bersikap bijak’ dan dia melakukannya,” kilah Solskjaer.

“Tapi, tentu saja, ketika Anda tahu keputusan yang diambil wasit, Anda melihat ke belakang dan mengatakan mungkin Anda harus melakukannya. Tidak ada alasan, dari penampilannya, untuk melepaskannya.”

“Dia beruntung bertahan di babak pertama tapi itu tidak ada kaitannya dengan wasit yang membuat kesalahan di sana, itu diperbolehkan. Tapi Fred tahu dia tidak seharusnya mengarahkan kepalanya ke seseorang meskipun dia tidak menyentuhnya,” papar Solskjaer mengenai pelanggaran Fred terhadap Verratti.

Babak I: MU 1 -1 PSG, Red Devils Dikejutkan Gol Cepat Neymar

Solskjaer ditanya soal Fred yang memainkan telah melakukan hal berbahaya di babak pertama dan itu membuat para pemain PSG memprovokasi dia. Sehingga sang manajer didesak bahwa lebih bijaksana menggantikannya, mengingat masih ada Paul Pogba dan Donny van de Beek di bench.

“Anda tidak bisa mengatakan Ander [Herrera] mencoba memprovokasi dia, itu agak tidak adil bagi Ander. Saya pikir Fred tetap tenang dengan sangat baik di babak kedua dan tidak beruntung dengan keputusan wasit,” bela Solskjaer untuk Fred maupun Herrera yang tak lain mantan pemain MU.

“Anda bisa mengatakan, kalau dipikir-pikir, jika Anda memiliki 11 pria, tentu saja, itu akan lebih baik, tetapi mau bilang apa lagi?” imbuh Solskjaer.

Tetapi Solskjaer tetap didesak soal provokasi para pemain PSG yang mengerubuti wasit untuk memprotes insiden Fred dan Herrera maupun saat pelanggaran terhadap Verratti.

“Saya tidak ingin mengomentari pemain lawan, itu bukan tugas saya. Itu tugas Thomas [Tuchel – pelatih PSG].”

“Saya berusaha menahan diri dari itu, dan permainan telah selesai, jadi … para pemain saya tahu nilai saya dan apa yang saya ingin dari mereka. Saya ingin pemain yang jujur,” ujar Solskjaer.

“Tentu saja, Scotty [Scott McTominay] bisa saja kalah ketika Neymar mendapatkan bagiannya yang lebih lembut juga, tetapi saya tidak menginginkannya. Kami telah melihat itu sebelumnya di Old Trafford, beberapa tim yang terjatuh dengan sangat mudah saat disentuh.”

BACA: MU vs PSG: Les Parisiens Harus Menang, Tapi Ini di Old Trafford, Bisa?

Lantas, apa pendapat Solskjaer tentang peluang MU lolos ke fase gugur?

“Takdir ada di tangan kami sendiri. Kami tahu bahwa kami bermain melawan tim papan atas, jelas. Lepzig, menembus semifinal tahun lalu, tapi kami berkembang menjadi tim yang lebih baik juga.”

“Malam ini, sangat senang dengan penampilan kami. Selain itu, kami perlu lebih klinis dalam jenis permainan ini. Pertandingan besar, sebagian besar, ditentukan dengan perbedaan kecil dan malam ini mereka mengalahkan kami.”

Solskjaer didesak soal ekspresi frustasi manakala Anthony Martial mendapat peluang bagus tetapi gagal membobol gawang Keylor Navas.

“Ya, saya pikir mereka ada di sana untuk mengatasi kami di awal babak kedua. Sampai mereka mencetak gol, kami adalah tim yang lebih baik dan paling banyak [membuat peluang], kemungkinan mendapatkan [gol] yang penting 2-1. Tapi, itu tidak terjadi, dan kami hanya perlu melupakan hal ini dan bersiap untuk hari Selasa [vs Leipzig]. Tapi sebelum itu, kami pergi ke London, melawan West Ham,” kata Solskjaer.

Jangan Sampai Kalah Lawan Leipzig 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.