Kata per Kata Ketua KPK Tentang Kronologi OTT Korupsi Bansos pada 5 Desember 2020

Barang bukti hasil OTT KPK terkait korupsi bantuan sosial di Kementerian Sosial, yang disimpan dalam tujuh koper, tiga tas ransel, dan amplop yang jumlahnya kurang lebih 14,5 miliar. (Suryakepri.com/Tangkapan layar video KPK)
Barang bukti hasil OTT KPK terkait korupsi bantuan sosial di Kementerian Sosial, yang disimpan dalam tujuh koper, tiga tas ransel, dan amplop yang jumlahnya kurang lebih 14,5 miliar. (Suryakepri.com/Tangkapan layar video KPK)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

JAKARTA, SURYAKEPRI.COM – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri memaparkan kronologi operasi tangkap tangan terkait korupsi bantuan sosial (bansos) yang membelit Menteri Sosial Juliari Peter Batubara (JPB).

Berikut penjelasan Ketua KPK Firli Bahuri kata per kata mengenai kronologi OTT pada 5 Desember 2020, sekitar pukul 02.00 WIB, yang dilakukan di berbagai tempat, termasuk di Jakarta.

“Ada enam orang yang kita amankan dalam rangka tangkap tangan. Pertama adalah MJS (Matheus Joko Santoso). MJS adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kementerian Sosial,” kata ketua KPK Firli Bahuri saat menyampaikan keterangan pers di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (6/12/2020) dinihari.

“Yang kedua WG (Wan Guntar, Direktur PT Tiga Pilar Agro Utama).”

BACA JUGA:

“Yang ketiga adalah AIN (Ardian IM), swasta, HS (Harry Sidabuke), swasta, SN (Shelvy N) adalah Sekretaris daripada…di Kementerian Sosial, SJY (Sanjaya), swasta,” sebut Ketua KPK.

“Adapun tangkap tangan yang dilakukan, pada tanggal 4 Desember 2020, tim KPK menerima informasi dari masyarakat akan adanya dugaan terjadinya penerimaan sejumlah uang oleh penyelenggara negara yang diberikan oleh AIN (Adrian) dan HS (Harry Sidabuke) kepada MJS (Matheus Joko Santoso), AW (Adi Wahyono), dan JPB (Juliari Peter Batubara, Menteri Sosial).”

“Sedangkan khusus untuk JPB, pemberian uangnya melalui MJS (Matheus) dan SN (Shelvy).”

“Penyerahan uang dilakukan pada hari Sabtu tanggal 5 Desember 2020 sekitar jam 02.00 di salah satu tempat di Jakarta.”

“Uang sebelumnya telah disiapkan oleh AIN dan HS di salah satu apartemen di Jakarta dan di Bandung, yang disimpan di dalam tujuh koper, tiga tas ransel, dan amplop yang jumlahnya kurang lebih 14,5 miliar.”

“Selanjutnya tim KPK mengamankan saudara MJS (Matheus), SN (Shelvy), dan pihak-pihak lain di berbagai tempat di Jakarta, dan selanjutnya para pihak diamankan beserta barang bukti uang sejumlah 14,5 miliar dibawa ke KPK untuk kepentingan pemeriksaan lebih intensif.”

NEXT: Dari hasil tangkap tangan, ditemukan uang… 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.