KPK Tetapkan Mensos Juliari Batubara sebagai Tersangka Korupsi Bansos

Menteri Sosial Juliari Peter Batubara. (Foto Liputan 6)
Menteri Sosial Juliari Peter Batubara. (Foto Liputan 6)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

JAKARTA, SURYAKEPRI.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara (JPB) sebagai tersangka kasus korupsi program bantuan sosial penanganan virus corona (Covid-19).

KPK menetapkan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara (JPB) pada Minggu (6/12/2020) sekitar pukul 01.00 WIB. Dia ditetapkan sebagai tersangka bersama empat orang lainnya.

“KPK menetapkan lima orang tersangka, sebagai penerima JPB (Juliari P. Batubara), MJS, AW. Sebagai pemberi AIM, HS,” ujar Ketua KPK Firli Bahuri, Minggu dini hari, seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Empat tersangka lainnya dalam kasus ini antara lain, pejabat pembuat komitmen di Kementerian Sosial (Kemensos) Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono, serta Ardian I M dan Harry Sidabuke selaku pihak swasta.

BACA JUGA:

Kasus dugaan korupsi ini terbongkar lewat operasi tangkap tangan (OTT) terhadap enam orang. Mereka yang diamankan antara lain Matheus, Direktur PT Tiga Pilar Agro Utama Wan Guntar, Ardian, Harry, dan Sanjaya pihak swasta, serta Sekretaris di Kemenso Shelvy N.

Dalam operasi senyap tersebut, tim penindakan KPK turut mengamankan uang sekitar Rp14,5 miliar yang terdiri dari pecahan rupiah, dolar Amerika Serikat, dan dolar Singapura. Uang disimpan di dalam 7 koper, 3 tas ransel dan amplop kecil yang disiapkan Ardian dan Harry.

Firli menyebut telah disepakati fee sebesar Rp10 ribu per paket bansos yang diduga diterima Juliari.

Pada pelaksanaan paket bansos sembako periode pertama diduga diterima fee Rp12 miliar yang diberikan secara tunai oleh Matheus kepada Juliari melalui Adi dengan nilai sekitar Rp8,2 miliar.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.