Friday, June 21, 2024
HomeBatamRiau Corruption Watch Mendesak Kasus Bansos Covid-19 Batam Dibongkar: "Kejaksaan Janji Usai...

Riau Corruption Watch Mendesak Kasus Bansos Covid-19 Batam Dibongkar: “Kejaksaan Janji Usai Pilkada”

spot_img

Ketua Riau Corruption Watch (RCW) Kepri, Muren Mulkan juga mendesak agar pengusutan kasus penyelewengan dan dugaan korupsi bantuan sosial untuk penanganan dampak covid di Batam juga diusut tuntas.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Aparat KPK mengungkap kasus dugaan korupsi bantuan sosial (Bansos) Covid-19, dengan menetapkan sejumlah tersangka dari pihak swasta hingga Menteri Sosial.

Ketua Riau Corruption Watch (RCW) Kepri, Muren Mulkan juga mendesak agar pengusutan kasus penyelewengan dan dugaan korupsi bantuan sosial untuk penanganan dampak covid di Batam juga diusut tuntas.

Mulkan yang dimintai tanggapannya, Minggu (6/12) mengungkapkan, RCW sudah secara resmi melaporkan berbagai dugaan korupsi ataupun penyimpangan bansos Covid di Kota Batam ke pihak Kejaksaan Tinggi Kepri.

Baca: Kasus Bansos Covid-19 Tahap II di Kota Batam Dilaporkan ke KPK, Juga ke Kejagung dan Mabes Polri

Baca: Penyelidikan Penyaluran Bansos Covid-19 Pemko Batam Masih Berlanjut, Kejati Kepri Dalami Data Lagi

Baca: Oknum Kemensos Kutip Rp10 Ribu untuk Setiap Paket Bansos Covid-19 Senilai Rp300 Ribu

Bahkan, pihaknya juga telah memasukkan laporan ke sejumlah instansi di pusat Jakarta. Dugaan tindak melawan hukum, itu mulai dari proses pengadaan hingga penyaluran.

Menurut Mulkan, RCW masih menunggu keseriusan aparat. Sesuai jawaban yang telah RCW terima, kasus akan ditindaklanjuti seusai pilkada.

“RCW masih menunggu selesainya pilkada sesuai statemen pihak kejaksaan. Sekarang kan sudah mau selesai pilkadanya. Kita minta atau mendesak pihak penegak hukum melanjuti laporan kami yang sudah tertunda beberapa bulan lalu,” tegas Mulkan.

Meski telah tertunda, pihak Riau Corruption Watch tidak berarti kendor untuk mendesak penuntasan kasus itu. Sebab penindakan terhadap korupsi bantuan covid menjadi atensi serius, bahkan oleh pihak KPK.

BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img

POPULER