Dua Tahun Menanti KTP tak Kunjung Beres, Tetapi Ada Belasan Ribu KTP Tertahan di Disdukcapil

Belasan ribu KTP yang belum diambil di Disduk Kota Batam disidak dan disegel sementara jelang pilkada Batam. Sidak dilakukan Selasa (8/12).(suryakepri.com/fernando)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Fakta mengejutkan didapatkan Komisi I DPRD Kota Batam saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam, Selasa (8/12/2020) atau sehari sebelum pencoblosan Pilada serentak.

Ketua Komisi I DPRD Kota Batam Budi Mardianto menemukan setidaknya 13.516 Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik warga Batam, Kepulauan Riau, dan langsung menyegelnya di Kantor Disdukcapil agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan Pilkada.

“Kami ingin memastikan dimana keberadaan puluhan ribu KTP tersebut. Yang ditakutkan adalah kehadiran pemilih ganda dan siluman, dengan menggunakan data KTP yang masih ada di sini,” kata Budi Mardianto.

BACA JUGA: 

Kata Budi, belasan ribu KTP elektronik itu telah tercetak sejak tahun 2018 dan 2019.

Sementara ada belasan ribu KTP yang dikatakan “tidak diambil pemiliknya karena diduga telah meninggalkan Kota Batam” ternyata ada warga lain yang sudah dua tahu melakukan rekam data tetapi KTP elektroniknya tak kunjung keluar.

Hal itu dialami Ery, warga Kavling Lama, Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, seperti dia ungkapkan kepada Kumparan, Agustus silam.

Alasan lambannya Ery mendapatkan KTP elektronik adalah tidak adanya blanko kosong setiap kali dia datang ke Disdukcapil untuk meminta KTP-nya.

“Sudah hampir setiap bulan, dan satu pekan bolak-balik ke kantor Camat maupun Disdukcapil Batam. Tak kunjung ada blanko,” ujar Ery, yang mengaku tidak bisa melmar pekerjaan lantaran tidak memiliki KTP elektronik.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.