Luhut  Berharap  Perusahaan AS Jadikan Indonesia Basis Industri Manufaktur

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan bertemu Presiden Amerika Serikat Trump di Gedung Putih, Selasa, 17 November 2020 waktu setempat.Foto: Biro Humas Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan bertemu Presiden Amerika Serikat Trump di Gedung Putih, Selasa, 17 November 2020 waktu setempat.Foto: Biro Humas Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

JAKARTA , SURYAKEPRI.COM – United States Trade Representative (USTR) Amerika Serikat (AS) secara resmi telah mengeluarkan keputusan untuk memperpanjang pemberian fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) kepada Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B Panjaintan berharap, perusahaan AS dapat melihat kebijakan tersebut sebagai peluang untuk menjadikan Indonesia sebagai basis manufaktur mereka.

“Pemerintah Indonesia berharap perusahaan-perusahaan AS dapat melihat ini sebagai peluang menjadikan Indonesia sebagai basis manufaktur mereka untuk ekspor ke AS, ke pasar Asia dan ke Pasar Indonesia yang besar yaitu 272,73 juta jiwa dengan PDB lebih dari USD 1 triliun,” kata Luhut dalam US-Indonesia Investment Summit ke-8, Jumat (11/12/2020).

.BACA : Serap Aspirasi Ciptaker di Daerah, Kemenko Perekonomian Sambangi Batam

.BACA : Vaksin Covid-19 Gairahkan Industri Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan UMKM

Luhut meirncikan, terdapat 3.572 pos tarif yang telah diklasifikasikan oleh US Customs and Border Protection (CBP) pada level Harmonized System (HS) 8-digit yang mendapatkan pembebasan tarif melalui skema GSP.

Adapun 3572 pos tarif tersebut mencakup produk-produk manufaktur dan semi manufaktur, pertanian, perikanan dan juga industri primer. LEbih lanjut, daftar produk yang mendapatkan pembebasan tarif bisa dilihat pada Harmonized Tariff Schedule of the United States (HTS-US).

Di sisi lain Luhut menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga mencanangkan visi Indonesia 2045. Dimana Indonesia akan tumbuh sebagai ekonomi terbesar di dunia.

“Kami yakin, bahwa kami sebagai pemerintah telah melakukan bagian kami. Dimana Anda termasuk dalam komunitas investasi akan memulai bersama kami, seperti apa yang kami harapkan,” ujar Luhut dalam forum.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan Indonesia sudah mulai keluar dari resesi ekonomi yang diakibatkan pandemi Covid-19. Hal ini merujuk pada perbaikan dari kontraksi ekonomi per kuartal.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.