Tiba di Polda, Rizieq Shihab: Saya Tidak Pernah Kemana-mana

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab. (Foto: RRI.co.id)
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab. (Foto: RRI.co.id)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

JAKARTA, SURYAKEPRI.COM – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab sudah datang ke Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (12/12/2020) sekitar pukul 10.24 WIB.

Kedatangan tersangka kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan ini didampingi oleh Sekretaris Umum FPI, Munarman. Dia dikawal ketat pihak FPI maupun kepolisian.

Kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Rizieq Shihab mengatakan dirinya tidak ke mana-mana dan selama ini dirinya berada di Pesantren Algokultrual Markas Syariat, Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

“Saya selalu ada di Pesantren Algokultrual Markas Syariat, saya tidak pernah kemana-mana. Itu tempat tinggal saya,” kata Rizieq, seperti dikutip dari RRI.

BACA JUGA:

Rizieq Shihab juga menjelaskan, bahwa sekali waktu ia kembali ke kediamannya di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Dia juga kerap ke kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, untuk menengok anak dan cucunya.

“Sekali-sekali saya turun ke Petamburan, saya turun ke Sentul untuk menengok anak dan cucu,” sambungnya.

Perlu diketahui, Rizieq Shihab sempat dirawat di salah satu rumah sakit di Bogor. Terkait itu, Ia mengaku, bahwa dirinya selalu dalam keadaan sehat.

“Saya alhamdulilah selalu sehat walafiat,” tukasnya.

Sebagaimana biasa, dia datang dengan mengenakan pakaian serba putih, lengkap dengan sorban berwarna serupa.

Selain Rizieq Shihab, polisi juga menetapkan lima orang lainnya sebagai tersangka kasus kerumuman di Petamburan.

Mereka adalah Ketua Panitia Akad Nikah putri HRS di Petamburan, HU, Sekretaris Panitia Akad Nikah, A, Penanggungjawab bidang Keamanan, MS, Penanggung Jawab Acara Akad Nikah SL, dan Kepala Seksi Acara Akad Nikah, HI.

HRS dijerat Pasal 160 dan 216 KUHP. Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan untuk Melakukan Kekerasan dan Tidak Menuruti Ketentuan Undang-undang, dengan ancaman enam tahun penjara atau denda Rp 4.500.

Sedangkan, Pasal 216 ayat 1 KUHP tentang Menghalang-halangi Ketentuan Undang-undang dengan ancaman pidana penjara empat bulan dua minggu atau denda Rp9 ribu. Sementara lima tersangka lainnya dikenakan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Ancamannya, kurungan satu tahun atau denda Rp100 juta.

Polda Metro Tegaskan Langsung Tangkap

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.