Satu Regulasi dan Master Plan, Kemenko Perekonomian Canangkan Integrasi FTZ BBKT

Wahyu Utomo, Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian.
Wahyu Utomo, Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian.
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian Republik Indonesia, kembali menyiapkan perubahan signifikan terhadap kebijakan Free Trade Zone (FTZ) Batam, Bintan, Karimun (BBK), serta Tanjungpinang.

Adapun perubahan itu mulai master plan, regulasi hingga operator, dimana empat kawasan FTZ akan diatur dalam satu peraturan, satu Dewan Kawasan (DK) dan satu Badan Pengusahaan (BP).

Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian, Wahyu Utomo mengungkapkan saat ini master plan dan regulasi sedang disiapkan.

“Jadi yang kita satukan master plan dulu. Kemudian untuk lebih efektif, DK sekarang tiga, akan jadi satu. Kalau DK satu demikian (satu Kepala BP),” jelasnya, Senin (14/12/2020).

Baca juga:ย 

Dengan penyatuan FTZ, secara sendirinya harus dilakukan penyatuan DK, demikian juga dengan rencana untuk menyatukan pimpinan Badan Pengusahaan (BP).

“Jadi kita sinkronkan agar master plan jadi satu komando DK. Jadi direkomendasikan penyatuan DK dan operasional (BP),” lanjutnya.

Dengan demikian, pengaturan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (KPBPB) lebih mudah.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.