Mobil Patroli vs KA Brantas Tewaskan Tiga Aparat, Sempat Terseret hingga di Atas Jembatan

Penampakan kereta api yang menabrak mobil patroli pada Minggu malam lalu.(suryakepri.com/foto joglosemarnews.com)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SRAGEN, SURYAKEPRI.COM – Pasca penemuan jenazah anggota Koramil Kalijambe, Sragen, yang merupakan korban tabrakan maut mobil patroli yang dihantam Kereta Api Brantas, kronologi kejadian kecelakaan pun menjadi perbincangan publik.

Jenazah Anggota Koramil Kalijambe, Sragen, Jateng, Pelda Eka Budi M (50), satu di antara tiga korban kecelakaan itu, ditemukan di aliran sungai, di bawah jembatan saat kereta api menyeret mobil patroli yagn ditumpanginya.

Jenazah anggota TNI itu ditemukan sekitar dua kilometer dari lokasi kereta berhenti di atas sungai itu.

Baca: Anggota Koramil Korban Kecelakaan Maut Mobil Patroli vs KA Brantas Ditemukan

Baca: Sedang Mandi Seorang Pria di Palu Diterkam Buaya, Tangan Terluka Serius

Baca: Sehari Jelang Rapat Pleno Rabu Besok, KPU Karimun Rapat Bersama PPK 12 Kecamatan

Diperoleh informasi sebagaimana dilasnir Joglosemarnews.com, kecelakaan maut yang menewaskan dua anggota polisi dan satu anggota Koramil Kalijambe, terjadi di perlintasan kereta api di Dukuh Siboto, RT 11, Desa Kalimacan, Kalijambe, Sragen, Minggu (13/12) malam.

Saat itu sebuah mobil patroli Strada milik Polsek Kalijambe Polres Sragen hancur digasak Kereta Api Brantas Relasi Pse-Blitar. Saat itu mobil patroli tengah menyeberang perlintasan.

Tiga orang yang terdiri dari dua personel Polsek dan satu dari Koramil Kalijambe yang ada di dalam mobil mengalami nasib naas.

Tiga korban tewas itu masing-masing seorang personel TNI yang bertugas di Koramil Kalijambe yakni Pelda Eka Budi M (50), asal Dukuh Krikilan RT 8, Desa Krikilan, Kalijambe, Sragen.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.