Didakwa Bersalah Rugikan Keuangan Negara Rp777 Juta Korupsi di Disdik Kepri, Tiga Terdakwa Langsung Ajukan Keberatan

Sidang pembacaan dakwaan terdakwa Dodi Sanova dan Arief Zailani (Suryakepri.com/Muhammad Bunga Ashab)
Sidang pembacaan dakwaan terdakwa Dodi Sanova dan Arief Zailani (Suryakepri.com/Muhammad Bunga Ashab)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

TANJUNGPINANG, SURYAKEPRI.COM – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau (Kepri) mendakwa tiga terdakwa Damsiri Agus, Dodi Sanova dan Arief Zalani bersalah merugikan keuangan negara sebesar Rp777 juta.

Hal itu terungkap dalam sidang perdana kasus korupsi Pengadaan Alat Praktek Rekayasa Otomotif pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri tahun 2020 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang, Selasa (22/12/2020).

Dalam sidang itu JPU Dodi Gazali Emil, Sukamto dan Trianto menyampaikan, perbuatan para terdakwa bermula pada Disdik Kepri berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Disdik Kepri Tahun Anggaran 2018 Nomor : 1.01.1.01.01.24.737.5.2 terdapat kegiatan pengadaan alat peraga/praktek sekolah lain-lain (pengadaan alat praktek otomotif rekayasa SMK Provinsi Kepri) dengan pagu dana anggaran sebesar Rp 2.425.793.000,00.

.BACA : Kasus di BUMD Tanjungpinang, Kasi Intel Kejari Tanjungpinang: Kalau Sudah Ada Bukti Cukup Akan Tingkatkan ke Penyidikan

.BACA : Begini Modus Tersangka Korupsi BPHTB di Tanjungpinang, Kerugian Negara Capai Rp3 Miliar

.BACA : Kejari Tanjungpinang Tetapkan Satu Tersangka Seorang ASN pada Korupsi di BPHTB

Disampaikannya, terdakwa Damsiri merupakan Sekretaris Disdik Kepri selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPL) dan Dodi Sanova selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), sedangkan terdakwa Arief Zailani selaku Pelaksana Kegiatan CV Mandiri Sukses Bersama. Dalam perkara ini para terdakwa melakukan atau turut serta melakukan perbuatan bersama-sama. Perbuatan terdakwa memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi.

“Damsiri dan Sanova (PPK dan PPTK) tidak melakukan survei harga dan barang, mereka menerima (spek) spesifikasi barang dan harga itu langsung dari Arief Zailani.”

“Dikuncilah spek itu, dan yang lain tidak bisa masuk itu yang pertama, di situ sudah ada kecurangan dan harganya kemahalan sehingga merugikan keuangan negara Rp777 juta tadi,” ujar Dodi selesai sidang.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.