Polisi Filipina Tembak Mati Ibu dan Anak di Kepala Karena Bermain Meriam Rakitan

Nenek dari Frank Anthony Gregorio memandangi peti mati cucunya itu, Selasa (22/12/2020). Pemuda itu terbunuh akibat ditembak kepalanya oleh polisi yang tidak sedang bertugas gara-gara bermain meriam rakitan. (Foto: REUTERS / Lisa Marie David via CBA)
Nenek dari Frank Anthony Gregorio memandangi peti mati cucunya itu, Selasa (22/12/2020). Pemuda itu terbunuh akibat ditembak kepalanya oleh polisi yang tidak sedang bertugas gara-gara bermain meriam rakitan. (Foto: REUTERS / Lisa Marie David via CBA)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

PANIQUI, SURYAKEPRI.COM – Polisi menembak mati seorang ibu dan anak di kepala karena bermain meriam rakitan pada Minggu (20/12/2020) di Tarlac, sebelah utara Manila, Filipina.

Sonya Gregorio (52) dan putranya  Frank Gregorio (25), ditembak di kepala pada hari Minggu setelah pertengkaran karena dinilai menimbulkan kebisingan.

Pelaku penembakan adalah Jonel Nuezca (46), seorang polisi yang tidak sedang bertugas.  Pihak berwenang Filipina sedang menyelidiki insiden penembakan fatal ini.

Penembakan itu memicu kemarahan publik dan para aktivis bahwa perang Presiden Rodrigo Duterte terhadap narkoba telah menciptakan budaya impunitas polisi.

BACA JUGA: 

Pada Selasa (22/12/2020), kerabat korban menyerukan keadilan di tengah kemarahan publik atas insiden yang menjadi viral di media sosial karena terekam kamera.

Sebuah video kejadian tersebut menjadi viral setelah diunggah di situs media sosial. (Gambar: Screengrab dari video Twitter via CNA)
Sebuah video kejadian tersebut menjadi viral setelah diunggah di situs media sosial. (Gambar: Screengrab dari video Twitter via CNA)

“Saya kehilangan seorang ibu yang merupakan ibu paling penyayang bagi kami. Saya kehilangan seorang saudara laki-laki yang juga seorang saudara yang sangat penyayang dan perhatian. Ini sangat berat bagi kami,” kata Tasha Delos Santos.

“Saya berharap keluarga kami mendapatkan keadilan.”

Presiden Duterte pada hari Senin mengutuk penembakan Tarlac dan mengatakan dia hanya membela polisi yang melakukan tugas mereka, memperingatkan “akan ada neraka yang harus dibayar” untuk petugas nakal.

Dalam sebuah video yang direkam di ponsel anggota keluarga, polisi Jonel Nuezca terlihat terlibat dalam pertengkaran sengit dengan Gregorios tentang penggunaan meriam rakitan di provinsi Tarlac, utara Manila.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.