Nagelsmann Bongkar Rahasia Tolak Real Madrid pada 2018, Pelatih Leipzig itu Cerita soal Ronaldo

Pelatih RB Leipzig Julian Nagelsmann menggaruk kepalanya saat striker MU Marcus Rashford menjadikan skor 3-0 pada pertandingan Grup H Liga Champions 2020/21 di Old Trafford, Kamis (29/10/2020) dinihari waktu Indonesia. (Foto: tangkapan layar siaran langsung)
Pelatih RB Leipzig Julian Nagelsmann menggaruk kepalanya saat striker MU Marcus Rashford menjadikan skor 3-0 pada pertandingan Grup H Liga Champions 2020/21 di Old Trafford, Kamis (29/10/2020) dinihari waktu Indonesia. (Foto: tangkapan layar siaran langsung)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Julian Nagelsmann menolak tawaran Real Madrid untuk menjadi pelatih raksasa Spanyol itu pada 2018. Menurutnya, itu “tidak masuk akal”. 

Usai menjuarai Liga Champions keempat dalam lima tahun, Real Madrid hendak membangun kembali timnya secara keseluruhan, setelah ditinggal Zinedine Zidane dan jimat mereka. Cristiano Ronaldo. Gareth Bale juga ingin hengkang.

Itu mendorong Los Blancos langsung membidik Julian Nagelsmann yang mengesankan dalam membesut klub Jerman Hoffenheim.

Dalam wawancara dengan Sport Bild pada Rabu (23/12/2020), pelatih berusia 33 tahun itu mengungkapkan bahwa Real Madrid membujuknya, namun dia menolak.

Madrid kemudian beralih ke Pelatih Timnas Spanyol Julen Lopetegui untuk masa jabatan yang singkat, sebuah langkah yang secara besar-besaran menghambat kampanye Spanyol di Piala Dunia.

BACA JUGA: 

Sementara Nagelsmann pindah dari Hoffenheim ke RB Leipzig pada 2019.

Nagelsmann menjelaskan alasannya: “Saya mengatakan bahwa itu tidak masuk akal pada saat itu.”

“Hanya butuh tiga minggu sebelum dimulainya masa latihan, saya hampir tidak bisa berbicara bahasa Spanyol. Itu tidak akan cukup bagi saya atau Madrid.”

Madrid kemudian memanggil kembali Zinedine Zidane  untuk menggantikan pelatih asal Argentina Santiago Solari dan dia memenangkan LaLiga musim 2019/20.  

Sementara Nagelsmann menjadi sensasi di RB Leipzig, membawa klub muda itu (berdiri 2009) mencapai semifinal Liga Champions pada 2019-20.

Tapi mantan bek itu belum menganggap dirinya sebagai salah satu pelatih terbaik dunia. Menegaskan dirinya memerlukan  trofi sebelum bisa memasuki perdebatan itu.

“Saya melihat diri saya sebagai pelatih berbakat yang ingin maju, menjadi yang terbaik,  dan masih memiliki banyak potensi untuk berkembang,” kata Nagelsmann.

“Saya tidak harus menjadi pelatih terbaik dunia tahun ini, tapi saya ingin menjadi salah satu pelatih terbaik suatu hari nanti.”

“Jika Anda ingin naik ke posisi teratas, Anda harus memenangkan sesuatu. Selain U-19 Bundesliga [bersama Hoffenheim pada 2013-14], saya tidak memiliki gelar apa pun.”

Kesuksesan seperti itu mungkin saja bisa diraih jika pindah ke Santiago Bernabeu, tetapi Nagelsmann melewatkan kesempatan melatih superstar Juventus, Cristiano Ronaldo.

Padahal dia berpeluang menikmati kesempatan untuk bekerja sama dengan pemenang Ballon d’Or lima kali itu.

“Dari luar, Anda sering hanya melihat orang yang memposting foto yacht-nya,” kata Nagelsmann.

“Tapi apa yang Sami Khedira katakan kepada saya tentang pendekatan profesional Ronaldo dalam bekerja, misalnya, sangat mengesankan.”

“Dia luar biasa dalam latihan, datang paling awal dan pergi paling akhir. Dia juga pria yang sangat hangat. Perpaduan itu sangat mengasyikkan,” ujar Nagelsmann, yang lebih muda dua tahun dari Ronaldo. (*)

Julian Nagelsmann, Real Madrid, RB Leipzig, Cristiano Ronaldo, Hoffenheim, Zinedine Zidane 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.