Hujan Lebat di Awal Tahun dan Potensi Berkah La Nina 2021, Begini Penjelasan BMKG

Pergerakan badai tropis Ferdinan (Foto: BMKG)
Pergerakan badai tropis Ferdinan (Foto: BMKG)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

JAKARTA, SURYAKEPRI.COM – Hujan lebat disertai angin kencang menandai awal tahun 2021 di wilayah Batam, Kepri, Jumat (1/1/2021).

Sejumlah rumah warga di pinggiran wilayah, terutama di pinggir laut Batam, Kepri terkena empasan gelombang pada 1 Januari.

Dikutip dari situs BMKG, kuartal akhir tahun 2020 hingga awal 2021, kondisi iklim global dihadapkan pada gangguan anomali berupa fenomena La Nina dengan level intensitas mencapai “moderate” di Samudra Pasifik ekuator.

Baca: Hujan Lebat Guyur 4 Kabupaten-Kota di Kepri di Awal Tahun 2021, Hal Ini Berlangsung Tiga Hari ke Depan

Baca: Saat Angin Kencang Rumah Warga Tanjunguma Batam Roboh Terempas Gelombang

Baca: Hujan Deras Disertai Embusan Angin Kencang Landa Kota Batam pada Awal Tahun

Pemantauan BMKG terhadap indikator laut dan atmosfer menunjukkan cuaca dan suhu permukaan laut Samudra Pasifik ekuator bagian tengah dan timur mendingin -0.5°C hingga -1.5°C.

Itu berlangsung selama tiga bulan berturut-turut diikuti oleh penguatan angin pasat.

La Nina telah lama diketahui memiliki dampak yang bersifat global berupa peningkatan curah hujan di wilayah Pasifik barat meliputi Indonesia, sebagian Asia Tenggara, dan bagian utara Australia, Brazil bagian utara, dan sebagian pantai barat Amerika Serikat.

Namun itu juga menyebabkan pengurangan curah hujan di sebagian pantai timur Asia, bagian tengah Afrika, dan sebagian Amerika bagian tengah.

Sebagai bagian dari variabilitas sistem iklim global, La Nina dan El Nino berulang dan memiliki siklus 2-8 tahun.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.