Bielsa Tolak Ubah Gaya Menyerang Leeds, Ini Alasannya Enggan Ganti Taktik Setelah Dihajar 6-2 Oleh MU

Manajer Leeds United Marcelo Bielsa (Foto dari BeeSoccer)
Manajer Leeds United Marcelo Bielsa (Foto dari BeeSoccer)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Manajer Leeds United Marcelo Bielsa mengatakan bahwa ada beberapa pengamat mendesak agar dirinya mengubah taktik dan gaya bermainnya agar berhasil.

Marcelo Bielsa memang sosok pelatih yang mengusung gaya menyerang dan itu telah menuai banyak pujian karena menyuguhkan sepak bola menghibur.

Namun gaya bermain seperti itu juga dikritik lantaran tim yang baru promosi itu kebobolan terlalu banyak gol, meski mereka juga mencetak banyak gol.

Sejauh musim ini Patrick Bamford dkk telah mencetak 30 gol, namun gawang Illan Meslier juga kebobolan jumlah yang sama, membuat Leeds United memiliki selisih gol 0.

Hanya West Bromwich Albion yang kebobolan lebih banyak gol (35) dibanding Leeds. WBA berada di posisi kedua terbawah zona degradasi.

BACA JUGA:

Taktik sepak bola menyerang yang diusung manajer asal Argentina itu untuk Leeds  dianggap sebagai penyebab mereka banyak kebobolan dan itu telah mengantar skuadnya ke posisi 11 klasemen sementara dengan 23 poin dari 16 pertandingan yang sudah dimainkan.

Bielsa menerima banyak kritik ketika timnya dihajar 6-2 oleh Manchester united di Old Trafford pada 22 Desember 2020 lalu.

Tapi Bielsa mengatakan, skor seharusnya tidak menjadi dasar untuk mempertanyakan taktik mereka.

“Saya tidak terlalu khawatir tentang apa yang dipikirkan pers. Saya selalu mendengarkan, membaca, dan mencoba untuk mengambil pesan terbaik dari apa yang tertulis,” kata Bielsa jelang laga melawan Burnley pada 27 Desember 2020, yang dimenangkan Leeds dengan skor 1-0.

“Yang membuat saya khawatir adalah apa yang tertulis memang memengaruhi publik, mereka menurunkan kapasitas untuk memahami publik. Juga (mereka) mencoba mengguncang dengan menyarankan kepada para pemain bahwa gaya perlu diubah.”

“Ini terjadi jika hasil memungkinkan. Tidak masalah jika di pertandingan sebelumnya, sebelum pertandingan [melawan] United, pendapatnya sangat berbeda. Tentu, substansi untuk mencoba dan mencapai kesimpulan adalah jumlah gol yang telah kami raih.”

Bielsa menjelaskan, meskipun MU menang secara meyakinkan, justru timnya lebih mendominasi ball possession (59 persen). Hanya saja skuad Ole Gunnar Solskjaer berhasil menciptakan lebih banyak peluang (14 on target 6 gol) dan mengubah beberapa menjadi gol, sementara para pemainnya tidak (6 on target, 2 gol).

Menurut Bielsa, dirinya dikalahkan secara taktis oleh Solskjaer karena manajer Norwegia itu memainkan dua gelandang tengah; Fred dan Scott McTominay; yang mengunci serangan timnya.

“Dengan keputusan ini, manajer United lebih unggul dari saya dalam cara saya membayangkan permainan,” ujar manajer berusia 65 tahun itu.

“Itu membantu menyeimbangkan sistem pertahanan mereka dan saya tidak memikirkan [bahwa] kunci dari permainan ini ada pada dua gelandang tengah [Fred dan McTominay].”

Meski kalah besar dan dikritik, Bielsa menegaskan dirinya tidak akan meninggalkan prinsipnya dan menegaskan kembali perlunya tim yang lebih lemah untuk mengambil risiko – dengan permainan menyerang –  demi kepentingan sepak bola Inggris.

“Saya akan selalu bertaruh agar luka menjadi lebih kecil bahkan jika ada risiko itu menjadi lebih baik,” kata Bielsa.

“Inilah mengapa saya mengatakan sepak bola Inggris adalah salah satu dari sedikit altar yang dihargai, dalam upaya untuk menjadi lebih baik, bahkan jika lawan akhirnya unggul.”

“Jelas, itu berhenti seperti ini. Penonton mulai berpikir seperti ini, yang menurut saya akan memengaruhi sepak bola Inggris.”

Balas Dendam ke Mourinho 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.