Dihajar Pandemi Covid-19, Ekonomi Singapura Menyusut 5,8 Persen

Merlion Prak, Singapura. (Foto: language-int.com)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SINGAPURA, SURYAKEPRI.COM – Ekonomi Singapura menyusut 5,8 persen akibat pandemi Covid-19 yang melanda pada 2020, bahkan ketika sebagian besar industri melihat beberapa peningkatan pada kuartal keempat tahun ini.

Hal itu berdasar perkiraan Kementerian Perdagangan dan Industri, sebagaimana dikutip dari Channel News Asia, Senin (4/1/2021).

Perekonomian Singapura mengalami kontraksi 3,8 persen pada skala tahun ke tahun (yoy) di kuartal terakhir tahun ini, peningkatan dari kontraksi 5,6 persen yang tercatat di kuartal ketiga.

Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan penurunan 4,5 persen.

BACA JUGA: 

Berdasarkan penyesuaian musiman kuartal ke kuartal, PDB Singapura tumbuh sebesar 2,1 persen pada kuartal terakhir tahun 2020, menyusul ekspansi 9,5 persen antara Juli dan September.

Singapura sangat terpukul oleh pandemi Covid-19, dengan konstruksi, penerbangan, dan pariwisata di antara sektor yang paling terpengaruh.

Ini memasuki periode “pemutus sirkuit” pada bulan April untuk membendung penyebaran wabah Covid-19, menutup bisnis yang tidak penting.

Itu keluar dari periode pemutus sirkuit di bulan Juni, secara bertahap membuka kembali ekonomi dan sekarang berada di Fase 3.

Pemerintah telah mengatakan bahwa mereka mengharapkan Singapura untuk kembali tumbuh tahun ini, tetapi memperingatkan bahwa pemulihan akan dilakukan secara bertahap.(*)

Pandemi Covid-19, Dampak Pandemi, Ekonomi Singapura, Industri Pariwisata, Penerbangan, Konstruksi

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.