Tagihan Pelanggan Air PT Moya Melonjak 22 Kali Lipat, Kepala BP Batam Belum Dapat Laporan

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi mengaku belum mendapatkan laporan mengenai keluhan tarif air pelanggan PT Moya Indonesia yang mengalami lonjakan hingga 22 kali lipat.

Lantaran hal tersebut, Rudi juga menyebutkan bahwa pihaknya juga tidak bisa melakukan tindakan apapun ataupun teguran kepada PT. Moya Indonesia sebagai pengelola air baku Batam dalam masa konsesi selama 6 bulan ini.

“Belum ada (warga) yang lapor ke saya, mungkin ribut di medsos saja. Saya kan butuh contoh. Baru saya bisa panggil dan ditangani,” kata Rudi, Selasa (5/1/2020) saat ditemui di lantai IV Kantor Wali Kota Batam.

Dalam kesempatan itu, Rudi juga menegaskan bahwa BP Batam saat ini tidak melakukan permintaan kenaikan tarif air, baik bagi pelanggan rumah tangga maupun industri.

Ia meminta masyarakat Kota Batam untuk mengecek angka meteran air di rumahnya, kemudian sesuaikan dengan pemakaiannya.

BACA JUGA:

“Tarif air tak naik lah. Masyarakat sekarang lihat meteran, kalau tak sesuai lapor ke saya. Hitungan meteran air tanggal 1 kemarin berapa. Berapa pemakaian kali berapa,” jelasnya.

Sebelumnya, masalah tarif air pelanggan PT. Moya Indonesia ramai dibahas di media sosial lantaran adanya tagihan pelanggan rumah tangga yang mencapai angka Rp 1 juta dari pembayaran sebelumnya yang berada di bawah angka Rp 100 ribu.

PT Moya Masih Lakukan Pengecekan 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.