Vaksin Covid  – 19  Butuh Anggaran Rp73 T

FOTO FILE: Botol dengan stiker bertuliskan,
FOTO FILE: Botol dengan stiker bertuliskan, "COVID-19 / vaksin Coronavirus / Injeksi saja" dan jarum suntik medis terlihat di depan logo Moderna yang ditampilkan dalam ilustrasi yang diambil pada 31 Oktober 2020. (Foto: REUTERS / Dado Ruvic / Ilustrasi)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

JAKARTA , SURYAKEPRI.COM – Kementerian keuangan memperkirakan negara butuh anggaran Rp73 triliun untuk vaksinasi covid – 19 Dana itu sudah memperhitungkan pemberian vaksin secara gratis kepada seluruh masyarakat Indonesia.

“Estimasi yang dilakukan butuh anggaran Rp73 triliun sendiri untuk vaksinasi ini,” ucap Sri Mulyani dalam Konferensi Pers: Realisasi Pelaksanaan APBN TA 2020, Rabu (6/1).

Ia memastikan dana itu akan tersedia tahun ini. Namun, Sri Mulyani tak menjelaskan lebih rinci apakah pemerintah akan melakukan realokasi dari sumber lain dalam APBN 2021 untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi atau tidak.

.BACA : Warga Karimun Calon Penerima Suntik Vaksin Covid-19 Akan Dihubungi Via Telepon, Menolak Divaksin Kena Pidana? Ini Kata Kadinkes

.BACA : Melegakan, Dokter Gigi dan Perawat di Batam Termasuk Menerima Vaksin Covid-19 Tahap Pertama

“Dananya berasal dari APBN 2021 yang disetujui DPR. DPR gariskan dalam undang-undang (uu) kami boleh melakukan perubahan realokasi asalkan kami tidak menambah defisit. Namun, komposisi bisa kami ubah,” terang Sri Mulyani.

Ia juga tak menjelaskan berapa lama proses vaksinasi akan dilakukan secara pasti. Menurut Sri Mulyani, hal tersebut menjadi urusan Kementerian Kesehatan.

“Kami tugasnya menjamin bahwa program vaksinasi bisa berjalan sesuai rencana dan pengadaan sesuai yang direncanakan,” ujar Sri Mulyani.

Sebelumnya, pemerintah menyiapkan anggaran Rp60,5 triliun untuk pengadaan dan distribusi covid-19 di Indonesia pada 2021.

Anggaran ini merupakan lanjutan dari pengadaan vaksin yang baru saja masuk ke Indonesia sebanyak 1,2 juta dosis pada Minggu (6/12) lalu.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan pelaksanaan vaksinasi virus corona di daerah akan dimulai pada 14-15 Januari di daerah. Vaksinasi akan diprioritaskan untuk tenaga kesehatan.

Ia meminta kepala daerah untuk mempersiapkan orang-orang yang akan mendapatkan prioritas program vaksinasi, yang akan dibagi menjadi dua tahap.

.BACA : Vaksin Covid-19 Tiba, Gubenur Kepri: Tunggu Izin Baru Bisa Distribusi untuk Tenaga Kesehatan

“Bapak/Ibu Gubernur, kepala daerah, tolong persiapan, pilih orangnya, karena tanggal 14-15 (Januari) kami akan mulai lakukan vaksinasi di daerah, terutama provinsi,” pungkas Budi.(*)

Editor : Sudianto Pane/Sumber : CNNIndonesia

 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.