Komisi IX DPR RI Tegaskan, Jangan Percaya Hoax Tolak Divaksin Akan Kena Denda

Penulis: Eddy Mesakh

Anggota Komisi IX DPR RI Aliyah Mustika Ilham di sRapat Kerja dan RDP Komisi IX DPR RI dengan Kemenkes, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan Bio Farma di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (12/1/2021). (Foto :Humas DPR RI)
Anggota Komisi IX DPR RI Aliyah Mustika Ilham di sRapat Kerja dan RDP Komisi IX DPR RI dengan Kemenkes, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan Bio Farma di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (12/1/2021). (Foto :Humas DPR RI)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

JAKARTA, SURYAKEPRI.COM – Anggota Komisi IX DPR RI mengatakan tidak ada denda terhadap siapapun yang menolak divaksin Covid-19.

Hal itu diungkapkan anggota Komisi IX DPR RI Aliyah Mustika Ilham di sela Rapat Kerja dan RDP Komisi IX DPR RI dengan Kemenkes, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan Bio Farma di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (12/1/2021).

Oleh karena itu, Aliyah Mustika meminta Kementerian Kesehatan mengatasi berita simpang siur hoax tentang denda vaksinasi bagi masyarakat yang menolak divaksin Covid-19.

Sebab, kata dia, selama ini banyak tersebar berita-berita yang tidak benar terkait denda bagi masyarakat yang menolak untuk divaksin.

BACA JUGA:

“Saya menekankan pada Bapak Menteri (Menteri Kesehatan), jangan simpang siur adanya berita hoaks tentang sanksi yang diberikan untuk masyarakat yang menolak vaksin tersebut,” ujar Aliyah.

Aliyah juga mengatakan bahwa pemerintah sebaiknya tidak hanya fokus pada pendistribusian vaksin, tetapi juga edukasi terhadap masyarakat tentang dampak yang akan diterima masyarakat jika menolak vaksinasi.

“Inilah bentuk edukasi dan bagaimana ke masyarakat sehingga masyarakat paham dan tidak menjadi momok vaksin tersebut dan tidak menjadi bumerang juga buat pemerintah. Karena kita kan memang targetnya masyarakat sehat,” pesan politisi Partai Demokrat itu.

Seperti yang sudah dikabarkan sebelumnya, vaksinasi Covid-19 dari Sinovac dari China akan mulai diberikan di Indonesia.

Hari ini, Rabu (13/1/2021), Presiden Joko Widodo menjadi penerima perdana vaksin Covid-19 dari Sinovac.

Vaksin tersebut telah mengantongi izin penggunaan darurat atau Emergency Use Autorization (EUA) dari BPOM dan juga sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). (*)

Vaksin Covid-19, Vaksin Sinovac China, Komisi IX DPR RI, RDP Komisi IX dan Menkes, Kepala BPOM, Bio Farma, Surya Kepri, Aliyah Mustika Ilham, Covid-19, Sinovac, Hoax Denda Vaksin, Tolak Vaksin Kena Denda

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.