Dishub Kota Batam Angkat Bicara Terkait Meninggalnya Wahyu Mistamiya, Karyawati PT. Alteco Chemical Batam, Kasat Lantas: Masih Dalam Penyelidikan

Penulis: Romi kurniawan/ Editor: Yeni

Kartu identitas karyawan korban lakalantas di Batam asal Kediri, Jatim.(suryakepri.com/ist)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Kecelakaan lalu lintas yang memakan korban karyawati PT. Alteco Chemical Batam, Wahyu Mistamiya, akibat menabrak mobil truck di depan Panbil, Mukakuning, pada Selasa (12/1/2021) lalu, meninggalkan luka mendalam bagi sahabat dan keluarga.

Menanggapi kecelakaan lalu lintas tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam angkat bicara.

Kabid Angkutan Jalan Dishub Kota Batam, Syafrul Bahri mengatakan, kendaraan yang mogok seharus memberikan rambu-rambu, yaitu segitiga merah.

BACA JUGA: 

“Segitiga keamanan itu wajib diberikan jika mobil mogok, dan itu harus berjarak 10 meter dari kendaraan yang mogok,” kata Syafrul, Kamis (14/1/2021).

Syafrul menjelaskan, hal itu berdasarkan UU nomor 22 tahun 2009, tentang lalu lintas. Jika tidak, pengemudi atau pemilik kendaraan dikenai denda.

“Selain itu, pengemudi juga dapat memberikan isyarat jika mobil mogok, karena itu sudah diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan No.72 Tahun 1993, tentang perlengkapan kendaraan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Yunita Stevani mengatakan, kasus kecelakaan masih dalam proses penyidikan.

“Masih dalam proses ya, dan kendaraan mobil truck masih kita amankan,” ujar Yunita.(*)

 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.