[ANALISIS] Gempa Majene Dipicu Sesar Naik Mamuju, Ada Potensi Gempa Susulan 7 SR, Ini Berdekatan Sumber Tsunami 1969

Penulis: Eddy Mesakh

Bangunan ini ambruk sepenuhnya akibat Gempa Bumi 6,2 SR yang berpusat di Majene.
Bangunan ini ambruk sepenuhnya akibat Gempa Bumi 6,2 SR yang berpusat di Majene.
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

JAKARTA, SURYAKEPRI.COM – Masyarakat Sulawesi Barat harus tetap AWAS! Sebab, analisis menyebutkan ada potensi terjadinya gempa susulan menyusul dua gempa kuat sebelumnya dalam dua hari beruntun, Kamis – Jumat (14-15/1/2021) berkekuatan M5,9 dan M6,2.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan bahwa gempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah Majene, Sulawesi Barat, merupakan jenis gempa kerak dangkal atau shallow crustal earthquake yang diakibatkan adanya aktivitas sesar aktif.

Adapun hasil analisa tersebut didapatkan dengan memerhatikan lokasi pusat gempa atau episenter dan kedalaman hiposenternya, baik gempa signifikan pertama maupun yang kedua.

“Baik gempa signifikan pertama dan kedua yang terjadi merupakan jenis gempa kerak dangkal,” jelas BMKG dalam keterangan resmi, Jumat (15/1/2021).

BACA JUGA:

Sebagaimana informasi sebelumnya, gempa bumi yang pertama sebagai pembuka atau foreshock dilaporkan terjadi pada Kamis (14/1/2021) pukul 13.35 WIB dengan Magnitudo 5,9 pada episenter 2,99 LS dan 118,89 BT atau di darat pada jarak 4 kilometer (km) arah Barat Laut Majene, Sulawesi Barat, kedalaman 10 km.

Selanjutnya gempa yang kedua atau mainshock terjadi pada Jumat (15/1/2021) pukul 01.28 WIB dini hari dengan magnitudo 6,2 pada episenter 2,98 LS dan 118,94 BT atau di darat pada jarak 6 km arah Timur Laut Majene, Sulawesi Barat, kedalaman 10 km.

Adapun dugaan sementara BMKG, gempa bumi yang sejauh ini tercatat menewaskan sebanyak 42 jiwa tersebut dipicu oleh adanya Sesar Naik Mamuju atau Mamuju Thurst.

“Diduga kuat pemicu gempa ini adalah Sesar Naik Mamuju,” jelas BMKG.

Hal itu dibuktikan dari hasil analisis mekanisme sumber yang menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan naik atau thurst fault.

BMKG juga mengatakan bahwa mekanisme sesar naik ini mirip dengan pembangkit gempa Lombok yang terjadi pada 2018, yang mana bidang sesar membentuk kemiringan bidang sesar ke daratan.

Lebih lanjut, mengenai Sesar Naik Mamuju, BMKG mengatakan bahwa hal itu memiliki magnitudo dengan target mencapai magnitudo 7,0 SR dengan laju geser sesar adalah 2 milimeter (mm) per tahun, sehingga sesar aktif ini harus diwaspadai karena mampu memicu gempa kuat.

Sejarah Gempabumi Majene, Berdekatan Sumber Tsunami 1969

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.