Penembakan Haji Permata di Tembilahan, KKSS Inhil Nyatakan Siap Kawal Proses Hukum

Kapal speedboat di pelabuhan. Kasus penembakan Haji Permata masih jadi perhatian.(suryakepri.com/ist/indragirione.com)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

TEMBILAHAN, SURYAKEPRI.COM -Kasus penembakan terhadap pengusaha Batam Haji Permata di perairan Tembilahan Riau masih menjadi perhatian publik, terutama mengenai prosedur penembakan oleh petugas Bea Cukai.

Kerukunan Kekeluargaan Sulawesi Selatan (BPD KKSS) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bersama Pengurus Pallapi Arrona Ogi’e ( PAO) menyatakan siap mengawal proses hukum pengungkapan kasus penembakan H Pertama.

Ketua PAO, H Edy Hariyanto Sindrang bersama Ketua BPD KKSS Inhil Abdullah Mandu berama sejumlah anggotanya pada Sabtu mendatangi kantor Bea-Cukai Tembilahan.

Baca: BC Tembilahan Sebut Pengejaran Kapal Haji Permata Dilakukan Tim Bea Cukai Kepri

Baca: Terjadi Kejar-kejaran, Kapal Bea Cukai Hendak Ditabrak dan Dilempari Bom Molotov oleh Penyelundup

Baca: Isak Tangis dan Shalawat Ratusan Warga Sambut Jenazah Haji Permata di Sengkuang Batam

Mereka meminta keterangan lebih rinci terkait penembakan pengusaha asal Batam Haji Permata tersebut.

“Kita akan kawal proses hukum dugaan pembunuhan ini,” kata Edy Sindrang, Sabtu (16/1/2021).

Pihak keluarga H Pertama, yakni Arjuna yang merupakan anak almarhum di Batam, Kepri telah melaporkan dugaan pembunuhan ke Polda Kepri pada Jumat 15 Januari 2021.

Atas laporan tersebut, Polisi akan menindaklanjuti dengan mengautopsi jenazah mantan Ketua KKSS Kepri tersebut.

Ketua BPD KKSS Inhil, Abdullah Mandu menuturkan kronologi peristiwa penembakan Haji Permata terjadi di wilayah hukum Polda Riau, bukan Polda Kepri.

Ia menduga juat adanya tindak kesalahan prosedur. Ia menuding tindakan pihak petugas BC diduga mengedepankan arogansi.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.