Seminggu Setelah Terima Vaksin, Bupati Sleman Positif Covid-19. Diduga Tertular Kepala OPD

Bupati Seleman jalani-rapid-test-antigen
Bupati Seleman jalani-rapid-test-antigen
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Seminggu Setelah Terima Vaksin, Bupati Sleman Positif Covid-19. Diduga Tertular Kepala OPD

SURYAKEPRi.COM – Bupati Sleman  Yogya Sri Purnomo yang baru seminggu lalu mendapat vaksin Covid-10, mengumumkan kalau dirinya positip Covid-19.

Diduga Bupati tertular virus dari salah satu pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menghadap ke ruang kerjanya.

Sri Purnomo  menjalani pemeriksaan tes swab antigen yang hasilnya positif,  lalu lanjut tes swab PCR dan dinyatakan positif,  Rabu (20/01/ 2021).

Hal ini sesuai unggahan video oleh yang dibagikan Pemerintah Kabupaten Sleman Kamis sore (21/01/2021).

Dalam video tersebut,  Sri Purnomo mengatakan bahwa dirinya saat ini terpapar virus Covid-19 sehingga saat ini sedang menjalankan isolasi mandiri di rumah dinas dan tidak di rumah sakit.

“Dikarenakan kondisi badan saya tidak menunjukkan gejala apapun,” kata Bupati Sleman.

Bupati Sleman DIY, Sri Purnomo positif Covid-19 bukan karena menerima vaksin Sinovac karena saat menerima vaksin kondisi kesehatan Bupati baik, namun karena baru menerima vaksin tahap pertama, belum memiliki kekebalan.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo mengungkapkan, Bupati Sri Purnomo merupakan salah satu tokoh yang mendapat suntikan vaksin Sinovac tahap pertama di Sleman.

Menurutnya, saat itu tensi Bupati menunjukkan hasil bagus dan tidak ada riwayat kispa dalam sepekan terakhir. Sehingga, memenuhi syarat untuk disuntik Vaksin.

Vaksin diberikan dua kali. Tahap pertama dan kedua.

Joko mengatakan, pemberian vaksin tahap pertama belum memberikan efek kekebalan atau antibodi belum terbentuk memadai sehingga harus dilakukan penyuntikan tahap kedua.

Jeda waktunya minimal 14 hari dari penyuntikan pertama.

Penyuntikan vaksin tahap kedua berfungsi sebagai booster atau penguat.

Sehingga ketika vaksin sudah diberikan dua kali, kata dia, maka akan membentuk kekebalan tubuh secara optimal.

“(Bupati) bukan menjadi positif gara-gara vaksin. Tetapi kebetulan saja seminggu lalu divaksin dan hari ini positif,” kata Joko, sembari menjelaskan bahwa kekebalan tubuh memiliki kurva.

Pada penyuntikan vaksin tahap pertama, kekebalan tubuh baru akan naik, kemudian ketika disuntik vaksin tahap kedua maka kekebalan tubuh akan mencapai puncaknya.

Ia menjelaskan, orang yang telah disuntik vaksin dengan orang yang tidak disuntik vaksin ketika terpapar Virus Corona, terdapat perbedaan pada gejala.

BACA:Gugatan Pilkada Karimun Disidang MK pada 28 Januari, Hakim Sembilan Orang

BACA:Wow…PT Timah Cairkan Dana Rp 1 Miliar Kepada 18 UMKM di Karimun

BACA:Haji Permata Ditembak, KKSS Karimun Dorong Polda Kepri Usut Penembak Pengusaha Batam Itu

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.