Korupsi Pembangunan Sarana Panjat Tebing Rp250 Juta, Tersangka Ditangkap Polres Bintan di Anambas

Kapolres Bintan AKBP Bambang Sugihartono dan Kasatreskrim AKP Dwihatmoko Wiroseno saat ditemui di Mapolres Bintan (Suryakepri.com/Muhammad Bunga Ashab)
Kapolres Bintan AKBP Bambang Sugihartono dan Kasatreskrim AKP Dwihatmoko Wiroseno saat ditemui di Mapolres Bintan (Suryakepri.com/Muhammad Bunga Ashab)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BINTAN, SURYAKEPRI.COM – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bintan berhasil menangkap AS selaku tersangka tindak pidana korupsi senilai Rp 250 juta. AS ditangkap tempat persembunyiannya di Kabupaten Kepulauan Anambas baru-baru Ini.

Pengungkapan kasus ini disampaikan langsung Kapolres Bintan AKBP Bambang Sugihartono didampangi Kasatreskrim Polres Bintan AKP Dwihatmoko Wiroseno saat ditemui di Mapolres Bintan, Selasa (26/1/2021).

AKBP Bambang menyampaikan tersangka sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka pada September 2020. AS ditetapkan sebagai tersangka kasus tindak pidana korupsi sarana olahraga panjat tebing Kijang City Walk senilai Rp250 juta tahun 2018 APBD Kabupaten Bintan.

.BACA : 10 Warga Tiongkok Disergap Operasikan Judi Dadu Online, 190 Ponsel Disita

.BACA : Diduga Jatuh lalu Pingsan, Seorang Kakek Ditemukan Tak Bernyawa saat Mengapung di Parit Hutan Bintan

“Pelaku kabur selama 4 bulan setelah ditetapkan sebagai tersangka. Kemarin kita tahu keberadaannya di Anambas, kemudian ditangkap di sana,” kata AKBP Bambang.

Tersangka AS merupakan warga Sungai Enam Laut, Kecamatan Bintan Timur tidak melakukan pengerjaan panjat tebing. “Harusnya dikerjakan 2019, sampai waktu yang tidak ditentukan tidak ada dibangun. Tapi laporan pertanggungjawabannya ada,” ujarnya.

Untuk memuluskan perbuatannya, AS memakai CV Anugerah Pangkil tanpa sepengetahuan pemilik perusahaan.

“Jadi tersangka ini pernah jadi admin di CV itu, makanya bisa gunakan CV itu tanpa sepengetahuan pemilik,” kata AKBP Bambang.

Dalam penyidikan kasus ini petugas telah meminta keterangan saksi ada 17 dan tiga ahli. Untuk barang bukti ada sekitar 40 dokumen di antaranya kwitansi, rekening koran dan lainnya sebagainya.

“Bisa dibilang proyeknya total loss, sarana tidak ada dibuat,” katanya.

Atas perbuatannya, tersangka diduga melanggar Pasal 2 dan Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagai mana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (*)

Penulis : Muhammad Bunga Ashab/Editor : Sudianto Pane

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.