Polres Bintan Tetapkan Satu Tersangka Kasus Penganiayaan Terpidana Korupsi di Lapas Tanjungpinang

Kapolres Bintan AKBP Bambang Sugihartono dan Kasatreskrim AKP Dwihatmoko Wiroseno saat ditemui di Mapolres Bintan (Suryakepri.com/Muhammad Bunga Ashab)
Kapolres Bintan AKBP Bambang Sugihartono dan Kasatreskrim AKP Dwihatmoko Wiroseno saat ditemui di Mapolres Bintan (Suryakepri.com/Muhammad Bunga Ashab)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BINTAN, SURYAKEPRI.COM – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bintan akhirnya menetapkan satu orang tersangka kasus penganiyaan Abdul Aziz terpidana kasus tindak pidana korupsi di Lembaga Pemasyarkatan (Lapas) Umum Tanjungpinang.

Pelaku yang ditetapkan tersangka adalah inisial MW alias Mamang seorang narapidana (napi). Mamang merupakan orang suruhan H seorang napi tindak pidana narkotika untuk menagih uang kepada Aziz.

Uang tak dapat, tersangka Mamang malah menganiaya Aziz di kamar mandi Hunian Pesantren Blok D3 Lapas Umum Tanjungpinang di Kecamatan Gunung Kijang. Korban mengalami luka di bagian leher sehingga harus mendapat perawatan di rumah sakit.

“Baru satu orang yang ditetapkan tersangka, tapi masih dikembangkan lagi,” kata Kapolres Bintan AKBP Bambang Sugihartono didampingi Kasatreskrim Polres Bintan AKP Dwiatmoko Wiroseno, Selasa (26/1/2021).

.BACA : Korupsi Pembangunan Sarana Panjat Tebing Rp250 Juta, Tersangka Ditangkap Polres Bintan di Anambas

.BACA : Polisi Gelar Rekonstruksi Tewasnya Reni Ibu 4 Anak di Tanjungpinang, Keluarga Korban Tersulut Emosi Lihat Tersangka

AKBP Bambang menyampaikan, kejadiannya bermula saat Abdul Azis menawarkan atau bisa memindahkan terpidana H untuk pindah ke Lapas Aceh dengan catatan membayar sejumlah uang.

“Pada 15 Mei 2021 transfer senilai Rp120 juta H mentransfer kepada korban.”

“Namun seiring waktu Azis tak bisa memindahkan H, karena tidak terlaksana keinginannya, H meminta Mamang menagih uang itu,” jelas Kapolres Bintan.

Dalam penyidikan itu saksi yang diperiksa ada tujuh orang, serta mengamankan barang bukti satu unit handphone merek Xiomi dan pisau.

“Tersangka diduga melanggar Pasal 351 tindak pidana penganyiaan,” katanya.

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, Abdul Aziz narapidana (Napi) tindak pidana korupsi di Lembaga Pemasyarkatan (Lapas) Umum Tanjungpinang dikabarkan melakukan percobaan bunuh diri, Rabu (23/12/2020) kemarin.

Informasi yang dihimpun, terpidana ini merupakan mantan anggota DPRD Kepulauan Riau (Kepri) yang terjerat kasus korupsi bantuan sosial (bansos). Korban dikabarkan mencoba mengakhiri hidupnya dengan cara menyayat leher dengan sebilah pisau di kamar mandi Lapas. (*)

Penulis : Muhammad Bunga Ashab/Editor : Sudianto Pane

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.