Polisi Tangkap Pendiri Pasar Muamalah Dinar-Dirham yang Sempat Viral

Penulis: Eddy Mesakh

Suasana Pasar Muamalah dinar-dirham di Depok, Agustus 2019. Bareskrim Polri telah menangkap Zaim Saidi selaku pendiri pasar ini, Selasa (2/2/2021) malam. Foto: Tangkapan layar youtube Official Miftah)
Suasana Pasar Muamalah dinar-dirham di Depok, Agustus 2019. Bareskrim Polri telah menangkap Zaim Saidi selaku pendiri pasar ini, Selasa (2/2/2021) malam. Foto: Tangkapan layar youtube Official Miftah)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

JAKARTA, SURYAKEPRI.COM – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menangkap Zaim Saidi, pendiri Pasal Muamalah Depok, Jawa Barat. Dia ditangkap pada Selasa (2/2/2021) malam.

Kendati bukan isu baru, tetapi praktik perdagangan menggunakan mata uang asing berupa koin dinar dan dirham ini viral dalam beberapa hari terakhir di berbagai platform media sosial dan banyak diulas media mainstream.

Alhasil pihak pemerintah daerah setempat melaporkan ke Satpol PP Kota Depok.

“Benar (Zaim Saidi ditangkap),” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono seperti dikutip dari CNNIndonesia.com,  Rabu (3/2/2021).

BACA JUGA:

Namun demikian, Rusdi tidak menjelaskan lebih jauh soal alasan penangkapan itu.  Termasuk Direktorat yang menangani perkara tersebut hingga harus menangkap pendiri pasar tersebut.

Lurah Tanah Baru, Kota Depok Zakky Fauzan mengatakan bahwa aktivitas pasar tersebut sedang dalam pendalaman oleh aparat kepolisian.

Dia menyebut Pasar Muamalah beroperasi setiap Minggu per dua pekan sekali di Jalan Raya Tanah Baru, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kota Depok.

BACA: Pulihkan Ekonomi Kota Batam, Menteri Perdagangan Resmikan Pasar TPID II Dreamland

Pasar Muamalah dibuka di sebuah ruko milik seorang warga bernama Zaim (60) dan beroperasi mulai pukul 7.00-11.00 WIB.

Menurutnya, setiap transaksi di pasar tersebut menggunakan dinar (koin emas) dan dirham (perak).

Pasar tersebut menjual sejumlah barang seperti sendal nabi, parfum, makanan ringan, madu, hingga pakaian.

“Yang saya ketahui untuk proses pembayaran pada transaksi jual beli di Pasar Muamalah dengan menggunakan koin dinar dan dirham,” kata Zakky.

Menurut Bank Indonesia (BI), setiap orang yang tidak menggunakan rupiah dalam bertransaksi dapat dijatuhi sanksi pidana penjara paling lama satu tahun dan denda maksimal Rp200 juta.

Itu berdasarkan ketentuan dalam UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono.

Pasal 21 UU tentang Mata Uang menyebutkan rupiah wajib digunakan dalam setiap transaksi yang mempunyai tujuan pembayaran, penyelesaian kewajiban lainnya yang harus dipenuhi dengan uang, dan transaksi keuangan lainnya.

“Dengan demikian kalau ada transaksi menggunakan denominasi non rupiah melanggar Pasal 21 UU tentang Mata Uang, dengan sanksi pidana kurungan paling lama satu tahun dan pidana denda paling banyak Rp200 juta,” ujarnya.

Selain di Depok, praktik serupa juga berada di beberapa wilayah lain di Indonesia seperti di Tangerang, Medan, Bandung, Ketapang, Yogyakarta, Makassar, dan Tanjungpinang Kepri.(*)

Pasar Muamalah Dinar-Dirham, Pasar Muamalah Depok, Pendiri Pasar Muamalah Ditangkap, Surya Kepri, UU Nomor 7 Tahun 2011, Mata Uang, Bank Indonesia 

 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.