Ekspor Perdana Olahan Kelapa atau Low Fat Dessicated Coconut dari Bintan ke Bangladesh

Penulis : Muhammad Bunga Ashab/ Editor: Yeni

Ekspor produk olahan kelapa berupa Low Fat Dessicated Coconut (LFDC) atau tepung kelapa ke Bangladesh (Suryakepri.com/ist)
Ekspor produk olahan kelapa berupa Low Fat Dessicated Coconut (LFDC) atau tepung kelapa ke Bangladesh (Suryakepri.com/ist)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

TANJUNGPINANG, SURYAKEPRI.COM – Ekspor produk olahan kelapa berupa Low Fat Dessicated Coconut (LFDC) atau tepung kelapa ke Bangladesh merupakan ekspor perdana dari Kabupaten Bintan ke negara tersebut.

Pejabat Karantina Pertanian Wilayah Kerja (Wilker) Tanjung Uban telah melakukan pemeriksaan dan sertifikasi terhadap komoditas yang berangkat melalui Pelabuhan Bandar Sri Udana Lobam.

Karantina Pertanian Tanjungpinang mencatat empat kali dengan total 81 ton dengan satu negara baru tujuan ekspor yaitu Bangladesh yang berangkat pada tanggal 13 Januari 2021 dengan volume 18 ton, tujuan India sebanyak dua kali dengan volume 45 ton, satu negara lainnya adalah Jerman dengan volume 18 ton, sehingga total nilai ekonomis keseluruhan adalah Rp 1,3 miliar.

BACA JUGA: 

“Diawal Februari ini pun ekspor LFDC telah terlaksana satu kali ke India dengan volume 18 ton yang nilainya Rp 219,6 juta. Dengan ditemukannya pasar baru negara ekspor untuk LFDC ini, kita optimis upaya mensukseskan Gratieks akan berhasil,” ujar Raden selaku Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang, Kamis (4/2/2021).

“Ini adalah ragam baru komoditas ekspor olahan kelapa dengan negara tujuan baru. Semoga target Gratieks semakin optimis kita capai,” tegasnya.

Secara terpisah Kabarantan Ali Jamil menyatakan, karantina sebagai economic tools memberikan jaminan keberterimaan setiap komoditas pertanian yang diekspor dengan jaminan kesehatan dan keamanannya.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.