Dampak Tidak Adanya Turis Asing Penjualan Pernak Pernik Imlek Turun Hingga 50 Persen

kawasan Nagoya Bumi Indah, Nagoya, Batam, Kepulauan Riau.
kawasan Nagoya Bumi Indah, Nagoya, Batam, Kepulauan Riau.
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Menyusul masih ditutupnya pintu keluar dari Singapura dan Malaysia ke Batam, Kepulauan Riau sangat dirasakan oleh para penjual pernak-pernik Imlek yang berada di kawasan Nagoya Bumi Indah, Nagoya, Batam, Kepulauan Riau.

Salah satu pemilik toko, Herline menuturkan bahwa saat ini dikarenakan pandemi saat ini turunnya penjualan mencapai 50 persen.

Adanya penjualan pernak-pernik ini sendiri, diakuinya biasanya dibeli oleh turis asal Singapura, Malaysia dan

“Termasuk menurun lumayan banyak, diatas 50% malahan, untungnya masih ada yang merayakan Chinese New Year jadi masih bisa jualan parcel, jeruk dan pernak-pernik Imlek,” jelasnya, Kamis (11/2/2021).

.Baca : Gambar Lucu Ucapan Imlek 2021, Penuh Bahagia Tapi Penuh Makna

.Baca : Cerita Para Pencari Dingkis Batam di Keramba Warisan : Pendapatan Imlek Tahun Ini Menurun

Meskipun demikian, untuk saat ini Herline bersyukur masih memiliki langganan yang merayakan Imlek.

Herline melanjutkan, dari seluruh pernak-pernik Imlek yang dijual olehnya, pembeli lebih berminat pada jeruk Imlek atau jeruk Kimkit, jenis Santang, Mandarin dan Ponkam.

“Jeruk-jeruk ini khusus didatangkan langsung dari China dan Taiwan dan hanya berbuah setahun sekali. Satu box rata-rata dijual sebesar Rp 75 ribu,” ungkapnya.

Sedangkan parcel Imlek tidak banyak yang berminat, karena parcel muncul pada tiga sesi perayaan yakni perayaan Imlek, Lebaran Idul Fitri dan Natal.

Parcel pun memiliki ragam ukuran, mulai ukuran kecil, menengah dan besar, dimulia dari harga Rp. 200.000 – Rp. 1.500.000.(*)

Penulis : Fernando/Editor : Sudianto Pane

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.