Nasabah PT Minna Padi Batam Pertanyakan Kebijakan OJK Mengenai Pengembalian dana

Para nasabah PT Minna Padi cabang Batam, mendatangi kantor DPRD Batam, Kamis (18/2/2021), guna melanjutkan Rapat Dengar Pendapat (RDP)
Para nasabah PT Minna Padi cabang Batam, mendatangi kantor DPRD Batam, Kamis (18/2/2021), guna melanjutkan Rapat Dengar Pendapat (RDP)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Para nasabah PT Minna Padi cabang Batam, mendatangi kantor DPRD Batam, Kamis (18/2/2021), guna melanjutkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) mengenai pengembalian dana mereka.

Bukannya mengeluhkan perusahaan, kali ini para nasabah mengadukan mengenai sikap Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI.

Setelah adanya likuidasi, terhadap perusahaan yang bergerak di bidang investasi tersebut.

“OJK tegas pernah perintahkan pembubaran. Namun tidak tegas dalam pengembalian dana investasi kami,” ungkap Didi salah satu nasabah.

Sebagai nasabah, Didi mengaku telah berinvestasi sebanyak Rp 2 miliar, dan baru menerima 15 persen dari total investasi.

.Baca : Waka III DPRD Batam, Target Awal Pembahasan Persiapan Sekolah Tatap Muka

.Baca : Tidak Hanya Semenisasi dan Drainase, Komisi I DPRD Batam Minta Dana PIK Untuk Sektor Lain

Terkait pelanggaran yang dilakukan PT Minna Padi, seluruh nasabah di Batam merasa di tipu karena bunga yang dijanjikan ternyata tidak disahkan oleh OJK.

“Mereka terdaftar di OJK, tapi karena bunga yang diberikan ke nasabah terlalu besar, dan mereka dikenakan pelanggaran dan kena suspensi oleh OJK,” kata Didi,

Didi menjelaskan, nasabah yang ingin berinvestasi di Minna Padi minimal Rp500 juta, setelah itu baru bisa diproses oleh pihak perusahaan.

“Kebanyakan nasabah yang berinvestasi di Minna Padi ini miliaran, ada yang Rp2 miliar hingga Rp1 miliar,” ungkap Didi.(*)

Penulis : Fernando/Editor : Sudianto Pane

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.