Wanita Pertama Dikabarkan Bakal Jalani Eksekusi di India

Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Jallad menggantung para pembunuh yang dihukum karena pemerkosaan dan pembunuhan geng terhadap seorang mahasiswa kedokteran di New Delhi pada tahun 2012.

Baca: Kasus Sabu Jennifer Jill, Polisi: Dua DPO yang Menjadi Pemasok Sabunya

Kasus itu sendiri sebuah kasus yang membuat marah orang India dan memicu protes massal.

Putra Shabnam yang berusia 12 tahun dengan Saleem, bernama Taj, telah melakukan upaya terakhir untuk menyelamatkan ibunya dari jerat.

Anak itu, yang lahir di penjara dan sekarang tinggal bersama orang tua angkatnya, meminta Presiden Ram Nath Kovind untuk meninjau kembali petisi belas kasihan dan pengampunan Shabnam.

Pengacara Mahkamah Agung Sarthak Chaturvedi mengatakan kepada surat kabar The Times of India bahwa Shabnam masih memiliki beberapa pilihan jalan hukum yang terbuka untuknya.

“Shabnam masih bisa mengajukan peninjauan kembali atas petisi tersebut di Mahkamah Agung. Dia juga bisa mengajukan petisi kuratif, ”ujarnya.

Paman Shabnam mengatakan kepada media lokal bahwa dia tidak akan menerima tubuh keponakannya setelah dieksekusi.

“Kami tidak ada di rumah saat pembantaian terjadi. Ketika kami pergi ke sana sekitar jam 2 pagi, ada darah di sekitar dan mayat-mayat dipotong. Kejahatan itu tidak bisa diampuni, ”katanya.

Sejak kemerdekaan India pada tahun 1947, sebagian besar eksekusi dilakukan di Uttar Pradesh.

Negara bagian terpadat di negara itu telah mengeksekusi total 354 orang, dengan jumlah tertinggi berikutnya adalah Haryana dengan 90 orang.

Disusul Madhya Pradesh dengan 73 eksekusi, demikian menurut statistik dari National Law University di Delhi.

Angka-angka menunjukkan bahwa pada 2018 saja, pengadilan India menjatuhkan 162 hukuman mati – terbesar dalam hampir dua dekade.(*)

Editor: purwoko l AsiaOne

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.